Pekanbaru

Dewan Imbau Pedagang yang Jual Pernak-pernik Agustusan Patuhi Aturan Ini

Anggota DPRD Pekanbaru mengimbau pedagang pernak-pernik Agustusan tertib menjual dagangannya. Jangan ganggu fasilitas umum

Dewan Imbau Pedagang yang Jual Pernak-pernik Agustusan Patuhi Aturan Ini
TribunPekanbaru/Melvinas Priananda
pedagang bendera musiman 

Laporan Wartawan Tribunpekanbaru.com, Syafruddin Mirohi

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU- Jelang perayaan HUT Kemerdekaan RI tahun ini, dipastikan di sejumlah jalan protokol di Kota Pekanbaru, akan banyak pedagang bendera merah putih, serta berbagai pernak-pernik lainnya.

Mulai dari ukuran kecil hingga besar. Kondisi ini merupakan langganan di Kota Bertuah setiap tahunnya. Mereka ini merupakan pedagang musiman.

Baca: 5 CJH Riau Tidak Penuhi Syarat Kesehatan untuk Berangkat

Hanya saja, banyak pedagang yang tidak mengindahkan aturan.

Meski di tempat-tempat tertentu, dilarang berjualam, namun pedagang tetap saja nekad untuk berjualan. Kalangan dewan meminta, aktivitas seperti ini, tidak boleh terjadi tahun ini lagi.

Baca: Besok Dialog Terbuka Bersama Calon Rektor UR, Ini Beberapa Poin yang Akan Dibahas

"Kita tidak melarang pedagang berjualan. Tapi jangan ditrotoar, pohon pelindung, atau menggunakan badan jalan. Selama ini kan seperti itu dilakukan. Jelas melanggar aturan. Silakan berjualan di tempat yang tidak melanggar aturan," pinta Anggota DPRD Pekanbaru Heri Pribasuki, Kamis (12/7/2018) kepada Tribunpekanbaru.com.

Baca: Komisi IV Minta Dinas ESDM Kejar Utang Pusat ke Riau Sebanyak Rp 1,9 Triliun

Diakuinya, selama ini pedagang bendera merah putih di Kota Pekanbaru, sering menjajakan dagangannya di trotoar Jalan Sudirman, Jalan Arifin Ahmad, serta di sejumlah jalan lainnya. Hal tersebut tentunya, membuat keindahan kota jadi terganggu.

Bagi Politisi PDI-P ini, kondisi tersebut memang menimbulkan dilema. Di satu sisi kondisi ini secara tidak sengaja, dibutuhkan warga yang ingin mudah membeli bendera. Di sisi lainnya, tempat pedagang berjualan tersebut, menggunakan fasilitas umum, seperti trotoar yang sebenarnya berfungsi untuk pejalan kaki.

Baca: Cak Imin Masuk Dalam Daftar Lima Nama Calon Wakil Presiden Jokowi

Maka dari itu, pihaknya meminta agar pihak terkait, mulai dari Satpol PP, Lurah, RT ddan RW serta organisasi lainnya, untuk mengantisipasi hal ini. Caranya, dengan membuat spanduk larangan di titik-titik, yang sering digunakan pedagang untuk berjualan.

"Ini kan masih ada waktu sebulan lebih. Sosialisasikan dari sekarang. Kalau ada ditemukan ada pedagang yang berdagang di fasilitas umum, maka pihak kelurahan tidak segan-segan untuk menegur dan menertibkannya. Satpol PP dan pihak lainnya harus saling bekerjasama," sarannya.

Baca: ‎Anggota Dewan Ini Minta Pemkab Rohul Cek Status Lahan dan Keberadaan Rokan Blok di Rambah Samo

Sementara itu, kepada pedagang, Heri meminta untuk mentaati aturan yang sudah ada. Pemerintah melarang, karena untuk kebaikan bersama, masyarakat banyak.

"Kita juga menghimbau kepada masyarakat banyak, untuk menyemarakkan HUT Kemerdekaan ini, dengan memasang bendera merah putih, umbul-umbul di depan rumahnya. Terutama kantor-kantor dan gedung lainnya," pintanya. (Saf)

Penulis: Syafruddin Mirohi
Editor: Budi Rahmat
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help