Indragiri Hilir

Kades 5 Desa di Kecamatan Gaung Ikuti Sosialisasi Program Nasional

Sejumlah Perangkat Desa dari 5 Desa di Kecamatan Gaung, Inhil mengikuti Sosialisasi Program dan Pelatihan Penyusunan Proposal Perhutanan Sosial,

Kades 5 Desa di Kecamatan Gaung Ikuti Sosialisasi Program Nasional
Tribun Pekanbaru/Fadhli
Sejumlah perangkat desa di Kecamatan Gaung mengikuti Sosialisasi Program dan Pelatihan Penyusunan Proposal Perhutanan Sosial, Rabu (11/7/2018). 

Laporan Reporter Tribuntembilahan.com : T. Muhammad Fadhli.

TRIBUNTEMBILAHAN.COM, TEMBILAHAN– Sejumlah Perangkat Desa dari 5 Desa di Kecamatan Gaung, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) mengikuti Sosialisasi Program dan Pelatihan Penyusunan Proposal Perhutanan Sosial, Rabu (11/7/2018).

Baca: Melalui Program Pick Me Up Service, BPJSTK Cabang Rengat Wujudkan Layanan Prima

Perhutanan Sosial merupakan sebuah program nasional yang bertujuan untuk melakukan pemerataan ekonomi dan mengurangi ketimpangan ekonomi melalui tiga pilar, antara lain yaitu, lahan, kesempatan usaha dan sumberdaya manusia.

Perhutanan Sosial juga menjadi benda legal bagi masyarakat disekitar kawasan hutan untuk mengelola kawasan hutan negara. Program Perhutanan Sosial sendiri telah mulai didengungkan sejak tahun 1999.

Baca: Kadispora Riau: Kejurda Pelajar Takraw Ajang Seleksi Atlet PPLP

Kepala Desa Simpang Gaung, Kecamatan Gaung, Syamsul menjelaskan, pada sejumlah Desa di Kecamatan Gaung, terdapat beberapa hektare kawasan hutan yang berstatus ditinggalkan oleh pengelola hutan atau pemegang Izin Usaha Pemanfaatan (IUP) hutan sejak tahun 2006.

Oleh karena itu, demi menghindari adanya lahan yang 'nganggur' ini, menurutnya, masyarakat sekitar kawasan hutan pun berinisiatif untuk merambah kawasan hutan yang ditinggalkan oleh pemegang IUP Hutan tersebut.

Baca: Kadispora Riau: Kejurda Pelajar Takraw Ajang Seleksi Atlet PPLP

“Kawasan hutan yang kembali dikelola masyarakat ini, dimanfaatkan sebagai lahan perkebunan. Hasil - hasil hutan juga dimanfaatkan oleh masyarakat setempat,” jelas Syamsul.

Pemanfaatan kawasan hutan sebagai lahan perkebunan oleh masyarakat ini, dikatakan Syamsul sudah mencapai 40 persen dari total luas kepemilikan lahan perkebunan di Desa Simpang Gaung.

Baca: FOTO: Sampah Menumpuk di Jalan Duyung Pekanbaru

Melalui program perhutanan sosial, Syamsul berharap, solusi terkait legalitas kepemilikan lahan ini dapat ditemukan dengan adanya pola kemitraan antara masyarakat dengan perusahaan pemegang IUP Hutan yang sah di mata hukum.

“Ketika perusahaan pemegang IUP Hutan kembali untuk memanfaatkan kawasan hutan yang telah dipegang izinnya, maka masyarakat yang menggarap kawasan tersebut sejak beberapa tahun lalu dapat menjalin kemitraan dan tidak mengalami kerugian serta menghilangkan potensi munculnya konflik,” tandas Syamsul.

Baca: Akan Nikahi Hailey Baldwin, Justin Bieber Ternyata Masih Simpan Kisahnya dengan Selena Gomez

Sementara itu, Yandri, perangkat desa Simpang Gaung mengaku, kegiatan sosialisasi tersebut telah memberikan banyak manfaat baginya, terutama dalam memahami tentang hal - hal seputar perhutanan sosial.

“Kami mendapatkan ilmu dari kegiatan sosialisasi ini. Kami tahu apa yang dimaksud dengan perhutanan sosial,” ungkap Yandri.

Baca: Kadinkes Kampar Jemput Surat Kemenkes, Tenaga RTK Demo di Depan Rumah Dinas Bupati

Setelah mengikuti kegiatan ini, Yandri berjanji akan menyalurkan ilmu pengetahuan serta pengalaman yang diperolehnya tersebut kepada segenap masyarakat Desa Simpang Gaung.

“Ilmu, pengetahuan dan pengalaman yang saya dapatkan hari ini akan saya informasikan kepada masyarakat. Ya, paling tidak masyarakat yang berada di sekitar Saya," pungkas Yandri.(*)

Penulis: T. Muhammad Fadhli
Editor: Budi Rahmat
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved