News

VIDEO: Riau Launching Rencana Aksi Daerah Sustainable Development Goals Pertama di Indonesia

Pemerintah Provinsi Riau Kamis (12/7) melakukan Launching Rencana Aksi Daerah (RAD) Tujuan Pembangunan Berkerlanjutan (TPB)

TRIBUNPEKANBARU.com, PEKANBARU - Pemerintah Provinsi Riau Kamis (12/7) melakukan Launching Rencana Aksi Daerah (RAD) Tujuan Pembangunan Berkerlanjutan (TPB) Sustainable Development Goals (SDGs) bersama seluruh pihak terkait di Pekanbaru.

Hadir dalam Launching ini jajaran pemerintahan terutama dari Badan perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Riau, Pemerintah Kabupaten/Kota, OPD lembaga lainnya serta swasta yang juga ikut berperan dalam SDGs ini.

Kepala Bappeda Riau Rahmad Rahim mengatakan sebenarnya Rencana Aksi Daerah (RAD) Tujuan Pembangunan Berkerlanjutan (TPB) Sustainable Development Goals (SDGs) merupakan amanat Perpres 59 Tahun 2017, setelah ada launching rencana aksi Nasional 5 Juni 2018 di istana negara.

Baca: VIDEO: Kembali Demo, Tenaga RTK Pasang Tenda di Depan Rumah Dinas Bupati Kampar

Baca: Dikabarkan Hengkang, Momo Geisha: Saya Pikir Saya Sudah Dilupakan

"Alhamdulillah kita bisa mendahului semuanya dengan kabupaten/kota, tiga kabupaten juga sudah melaunching di Riau, yang lain mengikuti karena tinggal finishing saja lagi yang sisanya 9 Kabupaten.

Ini kita dorong, kami yakin dalam satu atau dua Minggu selesai semua, "jelas Rahmad Rahim kepada Tribun.

Menurut Rahmad Rahim dengan sudah Launching ini maka kedepan bagaimana menghubungkan program SDGs dengan dokumen perencanaan.

Karena kalau itu tidak ikut dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD), mustahil dibiayai APBD.

"Alhamdulillah ini juga tidak hanya APBD tapi juga Filantropi (CSR) dunia usaha.

Baca: Polda Babel Tanggapi Soal Video Oknum Diduga Perwira Polisi Tendang Ibu dan Anak 

Alhamdulillah dompet duafa sebagai salah satu filantropi bersedia sebagai sumber dana percepatan pelaksanaan program SDGs ini,"ujarnya.

Untuk di Riau sendiri lanjut Rahmad Rahim yang sudah selesai melakukan Launching Rencana Aksi ada tiga Kabupaten yakni Meranti, Pelalawan dan Inhil.

"Karena kita sudah lama mendesain 12 Juli adalah rencana aksi daerah. Tapi barang kali ada kesibukan di kab/kota, tapi tidak masalah sebenarnya. Semua sudah berjalan, mungkin nanti akhir Agustus lah semua kabupaten/kota sudah memiliki rencana aksi daerah. Dan ini satu-satunya di Indonesia yang selesai rencana aksi daerah, "jelas Rahmad Rahim.

Dalam hal pembiayaan sendiri menurut Rahmad Rahim pihak perusahaan yang ada di daerah juga diminta berkontribusi untuk pembangunan daerah meskipun tidak diwajibkan namun sebagai tanggungjawab sosial terhadap lingkungan.

"Bagi perusahaan yang mau silahkan, ini tidak diwajibkan atau ada paksaan untuk donasi program ini. Karena Filantropi ini sudah dari dompet dunia, "ujarnya.

Untuk skemanya sendiri Rahmad Rahim memberikan contoh misalnya program Pemprov Riau untuk RLH. Pemerintah Targetkan 2000 unit, mungkin Dompet Duafa bisa bantu 200 unit RLH." Ini kan target program 5 tahun, bisa dipercepat 4 tahun kalau banyak sumber dana, "ujarnya.

Penulis: Nasyuha
Editor: David Tobing
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help