15 Persen Soal UN Berstandar Internasional, Siswa Kelas 12 di Sumbar Harus Persiapkan Diri

Sekda Pemprov Sumbar meminta siswa SMA, SMK dan MA kelas 12 mempersiapkan diri menghadapi UN. Sebagian soalnya sudah berstandar internasional.

15 Persen Soal UN Berstandar Internasional, Siswa Kelas 12 di Sumbar Harus Persiapkan Diri
Tribunpekanbaru/David Tobing
Ilustrasi, Para siswa SMA di Siak tengah serius menjawab soal Ujian Nasional 

Laporan kontributor Tribunpadang.com, Riki Suardi

TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Sekda Pemprov Sumbar, Ali Asmar meminta agar siswa SMA, SMK dan MA, terutama untuk pelajar kelas 12, segera mempersiapkan diri menghadapi Ujian Nasional (UN), karena sebagian soalnya sudah berstandar internasional yang tentunya memiliki tingkat kesulitan lebih tinggi.

“Sekarang di UN sudah dimunculkan soal berstandar internasional yang menerapkan High Order Thinking Skill (HOTS) dan membutuhkan nalar yang tinggi. Ini tantangan ke depan, dan mari siapkan diri" kata Ali Asmar di SMA Negeri 10 Padang, Senin (16/7/2018).

Baca: FSP ISI Desak Pemerintah Lakukan Moratorium Pendirian Pabrik Semen

Beberapa negara di dunia, sebut Ali Asmar, saat ini telah menyisipkan ke dalam pelajaran sekitar 25 persen soal HOTS. Sementara Indonesia, sebagai permulaan sudah ada sekitar 15 persen dari seluruh soal UN. persentasi soal HOTS ini, menurut Ali Asmar, akan terus meningkat secara bertahap.

"Di Indonesia, soal HOTS itu disisipkan ke kelas kelas IPA dengan mata pelajaran Kimia. Sedangkan di IPS, di soal Matematika dan Ekonomi. Ke depan, juga akan ada beberapa mata pelajaran lainnya yang ditambah soal HOTS ini," ujarnya.

Ali Asmar juga menuturkan bahwa soal HOTS ini, tak hanya membutuhkan kekuatan siswa dalam menghapal rumus atau formula-formula tertentu pada suatu mata pelajaran, tapi juga menuntut siswa untuk menguasai konsep keseluruhan mata pelajaran.

Baca: Serikat Pekerja Semen Harus Bersatu Secara Global

Seperti konsep peluang di mata pelajaran Matematika misalnya. Dalam soal, materi ini hanya bisa dijawab kalau betul-betul menguasai konsep peluang. Analisanya termasuk dalam tingkat tinggi. "Jadi bukan hanya rumus-rumusnya saja yang dihafal," tuturnya.

Oleh sebab itu, tambah Ali Asmar, peningkatan materi ujian berstandar nasional menjadi berstandar internasional, merupakan langkah yang harus diambil oleh Pemerintah untuk menciptakan generasi penerus yang mampu bersaing secara global.

“Kenapa demikian? Karena kompetisi kita tidak nasional saja sekarang, tapi sudah internasional. Jadi, materi ujian berstandar nasional menjadi berstandar internasional, harus dilakukan," pungkasnya.(*)

Baca: Ibadah Haji 2018, Begini Penampakan Kamar Hotel di Madinah untuk Jemaah Haji Reguler

Editor: M Iqbal
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help