Penangkapan Arapaima Gigas di Jalan Cemara Kipas 3 Atas Laporan Pemilik yang Ingin Serahkan Ikan

Pemilik ikan yang ingin melakukan penyerahan ikan berbahaya yang dimilikinya kepada pihak berwenang.

Penangkapan Arapaima Gigas di Jalan Cemara Kipas 3 Atas Laporan Pemilik yang Ingin Serahkan Ikan
Tribun Pekanbaru/Ikhwanul Rubby
Arapaima Gigas 

Laporan Wartawan Tribunpekanbaru.com, Ikhwanul Rubby

TRIBUNPEKANBARU.COM  - Stasiun Karantina Ikan Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (SKIPM) Pekanbaru menyambangi rumah penggemar ikan yang memelihara Ikan Arapaima di Jalan Cemara Kipas 3 Pekanbaru, Selasa (17/7/2018).

Kedatang ini dilakukan dalam rangka menanggapi laporan pemilik ikan yang ingin melakukan penyerahan ikan berbahaya yang dimilikinya kepada pihak berwenang.

Pada awal bulan Juli 2018 ini Kementrian Kelautan dan Perikanan menghimbau masyarakat yang memiliki ikan spesies Arapaima Gigas, Aligator dan Piranha yang termasuk kategori ikan berbahaya invasif asing dalam rangka menjaga habitat perairan Indonesia.

Baca: Transfer Cristiano Ronaldo ke Juventus Dianggap Kesalahan Bersejarah Real Madrid

Imbauan ini dikeluarkan karena adanya beberapa waktu lalu ikan kategori berbahaya invasif asing ini dilepas liarkan di perairan Indonesia daerah Sungai Brantas Jawa Timur.

"Penyerahan yang dilaksanakan penghobi atas nama Muslimin Yunus ini dilakukan secara sukarela setelah mengetahui imbauan ini dari koran awal bulan lalu. Kita apresiasi tindakan sukarela yang dilakukan pemilik," kata Kepala SKIPM Pekanbaru, Eko Sulystianto.

Ia mengatakan aksi penangkapan ikan ini dilakukan atas permohonan pemilik yang tidak dapat mengantarkan ikan tersebut untuk diserahkan sendiri SKIPM Pekanbaru.

Dalam penyerahan ikan ini SKIPM turut melibatkan Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Riau dan Loka Konservasi Pekanbaru Kementrian Perikanan dan Kelautan Republik Indonesia.

Eko mengatakan sebelum penyerahan ikan arapaima gigas tersebut, SKIPM telah pula menerima penyerahan ikan secara sukarela dari pengusaha aquarium di Jalan Sudirman Ujung Pekanbaru, berupa empat ekor ikan aligator.

Baca: Dinas Kebudayaan Riau Sebut Banyak Rumah Adat Daerah Tak Diperhatikan

Untuk penyerahan ikan berbahaya kategori invasif asing ini, SKIPM berdasarkan imbauan yang dikeluarkan kementrian diberikan batas waktu hingga 31 Juli 2018.

Halaman
123
Penulis: Ikhwanul Rubby
Editor: Ariestia
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help