Citizen Journalism

Caleg Nomor Peci Gagal, Caleg Nomor Sepatu Menang

Sistem pemilu proporsional terbuka merupakan sistem yang cenderung membebaskan pemilih untuk memilih calon yang diinginkan.

Caleg Nomor Peci Gagal, Caleg Nomor Sepatu Menang
Foto/Istimewa
Bagus Santoso, Mahasiswa S-3 Ilmu Politik, Praktisi Politik. 

Penulis, Bagus Santoso

Mahasiswa S-3 Ilmu Politik Universitas Nasional Jakarta, Anggota DPRD 3 Periode dari Fraksi PAN

Sistem pemilu proporsional terbuka merupakan sistem yang cenderung membebaskan pemilih untuk memilih calon yang diinginkan.

Sistem pemilu bukan lagi berdasarkan nomor urut tetapi perolehan suara terbanyak.

Sejak era reformasi telah 3 kali digelar Pemilu dari sistem proposional tertutup, ke proporsional terbuka dengan sistem suara terbanyak.

Dulu Pemilu tahun 2004 dan sebelumnya bagi caleg yang berada di nomor urut atas, atau istilahnya nomor peci, hampir dipastikan jadi.

Sedang caleg yang berada di urutan bawah atau nomor sepatu, cukup sebagai pelengkap penderita.

Pemilu 2004, 2009, 2014 terbukti nomor urut atas atau nomor urut peci banyak yang tidak lolos alias gagal, sebaliknya caleg nomor urut bawah nomor urut sepatu, berhasil menjadi pemenang meraih kursi dan melenggang kangkung menjadi anggota DPR RI/ DPRD berkat menangguk suara terbanyak.

Baca: Aplikasi Lip Sync, Kreatif atau Berbahayakah untuk Anak-anak

Baca: Ajak Masyarakat Memilih dengan Hati Nurani, Kawal Demokrasi Pilkada Serentak

Itulah proses demokrasi Pemilu di Indonesia yang sudah menjadi kesepakatan bersama sesama anak bangsa.

Perubahan sistem Pemilu menghasilkan pilihan yang harus diterima semua pihak.

Halaman
1234
Editor: Afrizal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved