Indragiri Hilir

Ini Upaya yang Dilakukan Pemkab Inhil untuk Tekan Inflasi

Berbagai upaya guna menekan laju inflasi telah dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Indragiri Hilir (Inhil). Salah satunya melakukan ini

Ini Upaya yang Dilakukan Pemkab Inhil untuk Tekan Inflasi
Ist
Bupati Inhil HM Wardan bersama Sekdako Pekanbaru HM Noer dan Bupati Siak yang juga Gubernur Riau Terpilih Syamsuar saat menghadiri Rapat Koordinasi Nasional Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Ke – 7 di Hotel Grand Sahid, Jakarta, Kamis (27/7/2018). 

Laporan Reporter Tribuntembilahan.com : T. Muhammad Fadhli

TRIBUNTEMBILAHAN.COM, TEMBILAHAN – Berbagai upaya guna menekan laju inflasi telah dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Indragiri Hilir (Inhil).

Menurut Bupati Inhil HM Wardan, upaya nyata menekan laju Inflasi dilakukan pada sektor perkebunan kelapa dengan mengoptimalkan produktifitas.

Baca: Berlarut-larut, Kemdikbud Belum Putuskan Nasib Sekolah di Lima Desa

“Pemerintah Kabupaten Inhil mengajak masyarakat petani untuk aktif memanfaatkan 'lahan tidur' produktif untuk ditanami bibit kelapa. Selain itu, komoditi lainnya juga diimbau untuk mereka tanam, seperti sayur - sayuran dan padi,” ujar Bupati HM Wardan dalam sambutannya saat menghadiri Rapat Koordinasi Nasional Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Ke – 7 di Hotel Grand Sahid, Jakarta, Kamis (27/7/2018).

Baca: Hasil Babak 1 Timnas U-16 Indonesia vs Filipina di Piala AFF U-16 2018, Skor Sementara 3-0

Lebih lanjut Bupati menjelaskan, naksud dan tujuan dari pemanfaatan lahan tersebut agar produk perkebunan yang dihasilkan dapat memenuhi cadangan kebutuhan maayarakat Inhil kedepan.

“Nah, ketika stok terjaga, stabilitas harga yang dipengaruhi oleh permintaan dan penawaran di pasar pun akan terjaga sehingga laju inflasi akan tertahan,” papar Bupati.

Baca: Polsek Tandun Ringkus 2 Pelaku Curat, Sebagian Barang Curian Sudah Dijual

Sementara itu, dalam Rakornas TPID yang mengangkat tema "Memperkuat Sinkronisasi Kebijakan Pusat dan Daerah Guna Mempercepat Infrastruktur dan Tata Niaga Pangan” ini, Bupati Inhil mengatakan, kehadirannya pada Rakornas kali ini sangatlah penting dalam upaya sinkronisasi kebijakan antara Pemerintah Pusat dan Daerah, khususnya dengan tujuan penanganan inflasi di Kabupaten Inhil.

Selain Bupati Inhil, kegiatan ini turut dihadiri pula oleh jajaran Kabinet Kerja Presiden Joko Widodo serta Kepala Daerah tingkat I (Satu) dan tingkat II (Dua) se - Indonesia.

Pada Rakornas tersebut, Presiden Joko Widodo, menyebutkan, pertumbuhan ekonomi merupakan suatu hal yang penting, namun menjaga tingkat inflasi adalah hal yang terpenting.

Baca: Sedang Berlangsung, Live Streaming Piala AFF U-16 Timnas U-16 Indonesia vs Filipina, Live Indosiar

“Saya kira dalam tiap pertemuan selalu saya sampaikan itu kepada Gubernur, Bupati, dan Wali Kota,” tutur Presiden.

Lebih lanjut, Presiden Jokowi mengucapkan rasa syukur karena angka inflasi di Indonesia selama periode 2017 terbilang rendah.
Bahkan, angka inflasi pada periode itu disebut sebagai yang terendah sepanjang 7 tahun terakhir.

Berdasarkan data yang diperoleh dari Bank Indonesia (BI), rata - rata inflasi pada periode 2016 sampai Juli 2017 adalah sebesar 3,02 persen. Angka itu turun dari tahun 2015, yakni sebesar 3,35 persen.

Baca: Info CPNS 2018 - Apakah Lulusan Universitas Akreditasi C Bisa Daftar CPNS 2018?

"Artinya, kita sudah masuk ke era inflasi rendah," tukas Presiden.

Atas capaian tersebut, Presiden Jokowi mengapresiasi kinerja para Kepala Daerah, baik di tingkat I maupun pada tingkat II yang dinilai telah mengerti akan pentingnya menjaga laju inflasi.

Dihadapan para Kepala Daerah, Presiden Jokowi menuturkan, salah satu kunci pengendalian inflasi yang mesti dilakukan, baik di tingkat pusat maupun daerah ialah, adalah penyediaan anggaran pengendalian harga agar dapat melakukan intervensi saat diperlukan.(*)

Penulis: T. Muhammad Fadhli
Editor: Budi Rahmat
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved