Dumai

Terkendala Bahasa, Sindikat Penyelundupan WN Bangladesh Belum Terdeteksi

Puluhan Warga Negara (WN) Bangladesh kesulitan memberi keterangan kepada petugas Imigrasi Dumai.

Terkendala Bahasa, Sindikat Penyelundupan WN Bangladesh Belum Terdeteksi
TribunPekanbaru/Fernando
Ilustrasi - Puluhan Warga Negara Bangladesh menanti proses di Polres Dumai, Jum'at (19/2/2016). 

Laporan Wartawan Tribundumai.com, Fernando Sikumbang

TRIBUNDUMAI.COM, DUMAI - Puluhan Warga Negara (WN) Bangladesh kesulitan memberi keterangan kepada petugas Imigrasi Dumai.

Kondisi ini menjadi kendala menelusuri sindikat penyelundupan manusia di Kota Dumai. Keberadaannya belum terdeteksi hingga saat ini.

Mereka sudah jalani serangkaian pemeriksaan di Kantor Imigrasi Dumai lebih dari satu pekan. Ada dugaan 31 WN Bangladesh merupakan korban penyelundupan manusia.

Baca: 10 Ribu Pengunjung Hadir Selama Tiga Hari Perayaan HUT Vihara Satya Dharma

Tim Patroli Lanal Dumai gagalkan upaya penyelundupan puluhan WN asal Bangladesh pada 26 Juli 2018 silam.

"Kami akui proses pemeriksaan agak lambat. Kami terkendala bahasa, ada yang bisa Bahasa Inggris tapi tidak fasih. Ada juga yang bisa sedikit Bahasa Melayu," terang Kepala Imigrasi Dumai, Zulkifli Ahmad kepada Tribun, Senin (6/8).

Menurutnya, para WN Bangladesh sama sekali tidak tahu dengan agen yang mengatur perjalanan mereka.

Motif para WN Bangladesh datang ke Dumai adalah hendak menyeberang secara ilegal ke Malaysia.

Mereka berencana mencari penghidupan di sana.

Baca: PNP Kirim 5 Mahasiswa untuk Belajar di Tiga Negara ASEAN

Puluhan WN Bangladesh hendak bekerja di Malaysia secara ilegal.

Pria berkumis ini proses pemulangan puluhan WN Bangladesh dalam penanganan Direktorat Jendral Imigrasi RI.

Pihak Imigrasi Dumai hanya mengantarkan para WN Bangladesh ke Rumah Detensi Imigrasi Pekanbaru.

"Jadi selanjutnya Tim Dirjen Imigrasi membantu proses pemulangan para WN Bangladesh ke negara asalnya," ulasnya. (*)

Penulis: Fernando
Editor: Ariestia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help