Rokan Hulu

Retribusi Menara Masjid Agung Islamic Center‎ Resmi Dikelola Disparbud Rohul

Disparbud Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), resmi menjadi pengelolaan retribusi menara 99 meter Masjid Agung Islamic Center Pasirpangaraian

Retribusi Menara Masjid Agung Islamic Center‎ Resmi Dikelola Disparbud Rohul
Tribun Pekanbaru/ Donny Putra
Objek Wisata menjadi pilihan sejumlah masyarakat, untuk menghabiskan hari libur lebaran idul fitri, hal tersebut terlihat puluhan ribu masyarakat baik dalam dan luar kota mengunjungi objek wisata religi Mesjid Agung Nasional Islamic Center pada Lebaran ke dua, Senin (26/6/2017). 

Laporan Wartawan Tribunrohul.com, Donny Kusuma Putra

TRIBUNROHUL.COM, PASIRPANGARAIAN- ‎Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), resmi menjadi pengelolaan retribusi menara 99 meter Masjid Agung Islamic Center Pasirpangaraian, terhitung Selasa 7 Agustus 2018.

Baca: VIDEO: APSAI Dumai Beri Apresiasi Belasan Anak Berprestasi

Dimana, kesepakatan tersebut dilakukan di rapat antara Kepala Badan Pengelola Masjid Agung Islamic Center H. Zulyadaini bersama Kepala Disparbud Rohul Drs. Yusmar M.Si, dipimpin Bupati Rohul H. Sukiman diwakili Asisten III Setdakab Rohul.

Rapat serahterima pengelolaan retribusi menara Masjid Agung Islamic Center Rohul juga dihadiri beberapa unsur, termasuk Kepala Bagian Hukum Setdakab Rohul, pihak Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) dan Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset (BPKA) Rohul.

Baca: Bupati Aziz dan Walikota Zulkifli AS Penuhi Panggilan KPK, Jadi Saksi dalam Perkara Suap

Kepala Disparbud Rohul, Yusmar,‎ mengungkapkan, dari hasil rapat memutuskan mulai Selasa 7 Agustus 2018, pengelolaan menara 99 meter Masjid Agung Islamic Center diserahkan kepada Disparbud Rohul. Penyerahan pengelolaan diakui Yusmar sebagai perwujudan pelaksaan dari Peraturan Daerah (Perda) Nomor 4 tahun 2018 Tentang Retribusi Daerah, sebagai perbaikan dari Perda sebelumnya.

Baca: Bupati Aziz dan Walikota Zulkifli AS Penuhi Panggilan KPK, Jadi Saksi dalam Perkara Suap

"‎Sebagai orang yang menerima ya tentu kita harus pelajari dahulu, minimal menyangkut empat hal pokok, pertama personel, kedua peralatannya, sarana dan termasuk dokumentasi, artinya catatan-catatan yang menyangkut pengelolaan menara itu," katanya.

Saat ditanya apakah dengan penyerahan pengelolaan maka personel di menara Masjid Agung Islamic Center juga akan diganti, Yusmar mengaku untuk pergantian personel perlu dipelajari dan membutuhkan waktu.

"Yang jelas dalam serahterima itu tadi saya mengatakan kalau boleh saya berandai-andai, menara itu dianggap sebagai peralihan dari mobil pribadi ke mobil tambang," terangnya.

Baca: VIDEO: Don Marzal, Mitra GoCar yang Nekad Lakukan Aksi Mogok Makan

Diakuinya, kalau semula kemungkinan itu belum‎ bisa memberikan penghasilan kepada pemerintah daerah karena diperuntukan untuk menghidupi kebutuhan Masjid Agung, namun ke dapan, bagaimana menara itu dapat menghasilkan retribusi yang dapat dipergunakan baik untuk masjid sendiri maupun untuk masyarakat Rohul.

Menurutnya, pengelolaan menara Masjid Agung ada aturannya. Bila semula hasil retribusi menara bisa dibelanjakan langsung, baik untuk keperluan masjid, pemeliharaan, dan lainnya, maka sejak dikelola Disparbud Rohul, seluruh hasil retribusi masuk kas daerah.

Baca: 7 Fakta Bidan Desa di Ukui Dicekik & Dirudapaksa hingga Pingsan,Korban Sadar Setelah HP Berdering

"Sementara sekarang itu tidak, yang namanya retribusi tentunya kita serahkan ke pemerintah daerah (kas daerah), berapa pun uangnya. Tentunya pengelolaannya akan berbeda, ini akan kita susun, kemungkinannya kita memerlukan waktu dalam satu bulan," pungkasnya.(*)

Penulis: Donny Kusuma Putra
Editor: Budi Rahmat
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help