Dumai

Sebelum Diserahkan ke BBKSDA, Tiga Ekor Buaya Muara ini Nyaris Jadi Santapan

Tiga ekor Buaya Muara yang diserahkan ke Balai Besar Konservasi dan Sumber Daya Alam (BBKSDA), Senin (6/8/2018) kemarin nyaris jadi santapan

Sebelum Diserahkan ke BBKSDA, Tiga Ekor Buaya Muara ini Nyaris Jadi Santapan
Tribun Pekanbaru
Penyerahan sukarela satwa dilindungi Undang undang Buaya muara (Crocodylus porosus ) sebanyak 3 ekor pada hari Senin, (6/8/2018) pukul 09.30 Wib, dilakukan oleh Pihak Pertamina RU II Dumai kepada Balai Besar KSDA Riau melalui Seno Haryono selaku Manager HSSE. 

Laporan Wartawan Tribundumai.com, Fernando Sikumbang

TRIBUNDUMAI.COM,DUMAI- Tiga ekor Buaya Muara yang diserahkan ke Balai Besar Konservasi dan Sumber Daya Alam (BBKSDA), Senin (6/8/2018) kemarin nyaris jadi santapan.

Satwa dengan nama latin Crocodylus porosus ternyata sempat jadi barang dagangan.

Baca: Tunggakan Listrik 4,8 Miliar Akhirnya Dilunasi Pemerintah Bengkalis

Ketiga ekor buaya itu sempat berada di keranjang rotan milik masyarakat di sekitar Jalan Lintas Dumai-Rokan Hilir.

"Jadi awalnya tiga ekor buaya itu mau dimakan masyarakat. Ada juga yang mau dijual," terang Kepala Bagian Humas Balai Besar Konservasi dan Sumber Daya Alam (BBKSDA), Dian Indrasari kepada Tribun, Selasa (7/8/2018).

Baca: Ratusan Driver GoCar Masih Kepung Kantor GoJek di Pekanbaru

Menurutnya, petugas keamanan di Pertamina RU II Dumai mendapati tiga ekor buaya itu hendak dijual pada Juli 2018 silam. Mereka saat itu sedang patroli di jalan lintas Dumai-Rokan Hilir.

Saat melintas mereka melihat ada buaya dalam keranjang bambu di sepeda motor.

Baca: Jadwal Semifinal Timnas U-16 Indonesia vs Malaysia di Piala AFF U-16 2018! Live Indosiar

Petugas pun bertanya perihal buaya yang ternyata hendak dijual. Mereka mengingatkan bahwa Buaya Muara adalah satu satwa yang dilindungi. Petugas langsung membawa buaya tersebut.

Pihak Pertamina RU II sempat merawat ketiga ekor buaya yang dalam kondisi tidak sehat. Pihak Seksi Wilayah IV Dumai Bidang Wilayah II BBKSDA Riau menerima penyerahan Buaya tersebut secara sukarela. Buaya tersebut sudah lebih dari satu bulan jalani pemulihan.

Baca: Unggah Foto Berdua dengan Tasya Kamila dan Disindir Pendekawati, Begini Balasan Rossa

"Proses evakuasi langsung dari dumai ke Pekanbaru. Kami langsung menyerahkannya ke Lembaga Konservasi Kasang Kulim," ujar Dian.

Pihak BBKSDA Riau mengingatkan agar masyarakat tidak menangkap satwa langka dan dilindungi. Mereka yang tetap nekat menangkap satwa dilindung bakal kena sanksi hukum. Hal ini sesuai Undang-Undang No. 5 tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya.

Baca: Raih Runner Up Grup B Piala AFF U-16 2018, Malaysia Jumpa Timnas U-16 Indonesia di Semifinal 

Dian menyebut bahwa Buaya Muara hidup di sebagian besar sungai besar yang ada dj Kota Dumai dan Kabupaten Rokan Hilir.

Habibat Buaya Muara biasanya di sungai besar. "Kami imbau masyarakat waspada dan tidak menangkap Buaya Muara, karena termasuk satwa yang dilindungi," ulasnya. (fer)

Penulis: Fernando
Editor: Budi Rahmat
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved