Indragiri Hilir

Beginilah Kebijakan Strategis Perpekindo Inhil Hadapi Fluktuasi Harga Kelapa

Inilah pandangan Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Perhimpunan Petani Kelapa Indonesia (Perpekindo) Inhil, Agustiar soal kebijakan strategis k

Beginilah Kebijakan Strategis Perpekindo Inhil Hadapi Fluktuasi Harga Kelapa
ist
Ketua DPD Perpekindo Inhil, Agustiar. 

Laporan Reporter Tribuntembilahan.com : T. Muhammad Fadhli.

TRIBUNTEMBILAHAN.COM, TEMBILAHAN – Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Perhimpunan Petani Kelapa Indonesia (Perpekindo) Inhil, Agustiar membeberkan beberapa kebijakan strategis kepada pemerintah yang telah disampikan oleh Perpekindo Inhil.

Baca: Baru Pisah dari Suami Wanita 34 Tahun Tewas Usai Pertahankan Kehormatan dari 2 Pria

Pertama pemerintah harus melakukan intervensi pasar. Dijelaskannya, Intervensi ini adalah harus adanya pengawalan ketat terhadap pasar ekspor agar bisa berjalan dengan baik dan semakin berdaya di beberapa negara yang memerlukan bahan baku kelapa ketena indonesia butuh barang Ekspor untuk tambahan Devisa.

Baca: Rencana Turun ke Lagoi Resort, Dewan Tunggu Komunikasi dari Pemprov Riau

Selanjutnya, putra daerah Kecamatan Reteh itu menyebutkan, perlu penambahan volume kebutuhan bahan baku industri yang ada di inhil, dengan artian perluasan skala industri agar tidak terjadinya pembludakan bahan baku dan antrian panjang yang membutuhkan waktu lama saat adanya suplay bahan baku dari para relasi.

“Pemerintah juga harus mengindustrilisasi kelapa. Hal ini sangat penting mengingat cukup luasnya Perkebunan Kelapa di Kabupaten Inhil. Tentu industri yang dimaksud adalah industri baru milik pemerintah atau swata sehingga sewaktu waktu ada gejolak harga bisa diproteksi agar petani tidak terkena imbasnya," ujar Pria yang akrab disapa Agus tersebut, Rabu (8/8/2018).

Baca: 31 Orang Imigran Asal Bangladesh Akan Dideportasi

Selanjutnya, Agus menuturkan, lembaga permodalan petani perlu diupayakan, sehingga petani tidak tergantung pada rentenir yang memiliki bunga tinggi.

Dengan adanya bantuan permodalan, menurutnya, petani bisa membuat home-home indusrti dan membangun UKM berbahan baku kelapa atau sabut, selain itu bisa renovasi dan replanting kebun kelapa bisa maksimal sehingga hasil kelapa dapat berkualitas.

Baca: 31 Orang Imigran Asal Bangladesh Akan Dideportasi

“Selain Intervensi Pasar dan bantuan Permodalan, Para petani kelapa juga harus diberdayakan, petani kelapa bisa membuat home indusrtri memproduksi minyak kelapa murni dan pemerintah membuat regulasinya agar masyarakat Inhil mengkonsumsi minyak kelapa murni berbahan kelapa yang baik buat kesehatan,” imbuhnya.

Waktu panen yang panjang selama 3-4 bulan, menurutnya lagi bisa dimanfaatkan petani kelapa untuk membangun unit usaha lain seperti peternakan atau budidaya ikan tawar, sehingga ada income yang masuk.

“Pemberdayaan terhadap petani kelapa bisa dengan pelatihan-pelatihan atau kursus-kurus yang bisa meningkatkan kapasitas petani untuk lebih produktif dalam mengelola pertanian dan perkebunan,” ucapnya.

Baca: Harapan Pj Sekda Rohul Seluruh Kecamatan Terlindungi dalam Program Sadar BPJSTK

Lebih lanjut, Agus menuturkan, beberapa kebijakan di atas bisa menjadi solusi bagi pemerintah Kabupaten Inhil untuk menghadapi Fluktuasi harga yang masih menjadi masalah dan selalu dikeluhkan masyarakat Kabupaten Inhil, apalagi 70 persen masyarakat Inhil mengantungkan hidup di kelapa.

“Bahkan hari ini kelapa terjun bebas di titik terendah dengan harga Rp 1.000 sampai Rp 700 perbutirnya di tingkat petani. Ini adalah Harga terendah selama kurun waktu 3 tahun ini. Fluktuatif harga ini sudah lama berlangsung sejak zaman Soeharto. Sampai sekarang harga terus terombang ambing tanpa Kepastian dan tak tanggung-tanggung turun naiknya bisa 500 -1000/butir,” jelas Agus.

Baca: KONI Riau Tinjau Venue Panjat Tebing Inhu

Menurutnya, hal tersebut diakibatkan Ketergantungan pada ekspor kelapa bulat sehingga ketika adanya Penurunan permintaan ekspor, harga kelapa mulai Bergejolak.

“Terjun bebasnya harga kelapa ini sangat sadis sekali, kerena tidak imbangnya harga bahan pokok sehari hari di banding dengan harga kelapa, Terkait hal ini,” ucapnya.(*)

Penulis: T. Muhammad Fadhli
Editor: Budi Rahmat
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved