Indragiri Hilir

Inilah Fakta Jembatan Lapuk Di Teluk Kiambang Inhil, Ternyata. . .

Keberadaan jembatan (jerambah) lapuk di Desa Teluk Kiambang, Kecamatan Tempuling, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Riau, mendadak menjadi sorotan

Inilah Fakta Jembatan Lapuk Di Teluk Kiambang Inhil, Ternyata. . .
ist
Seorang Siswi SD sedang meniti di Jembatan lapuk di Desa Teluk Kiambang, Kecamatan Tempuling, Inhil, Riau. Keberadaan jembatan ternyata bukan akses utama masyarakat setempat dan saat ini telah dibangun jembatan baru berjarak 300 meter dari jembatan lokasi jembatan di atas. 

Laporan Reporter Tribuntembilahan.com : T. Muhammad Fadhli.

TRIBUNTEMBILAHAN.COM, TEMPULING – Keberadaan jembatan (jerambah) lapuk di Desa Teluk Kiambang, Kecamatan Tempuling, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Riau, mendadak menjadi sorotan.

Namun nyatanya, keberadaan jembatan yang kondisinya sangat memprihatinkan ini telah menjadi perhatian Pemerintah Desa (Pemdes) setempat.

Baca: Pemprov Tunggu Arahan Dewan Tinjau Aset Pemrov Riau di Lagoi

Kepala Desa (Kades) Teluk Kiambang, Surbuni tidak menampik adanya kondisi jerambah kayu yang sempat diberitakan oleh sebuah media Nasional tersebut.

Namun, menurut Sarbuni, jembatan itu merupakan infrastruktur lama dan saat ini telah dibangun jembatan baru dengan kontruksi beton yang jaraknya sekitar 300 meter dari berdirinya jembatan lapuk tersebut.

Baca: Kronologi Tewasnya Sopir Taksi Online di Sumedang, Diduga Ada yang Tak Direncanakan Pelaku

“Jembatan baru yang jauh lebih besar dan bagus. Pembangunannya saja menggunakan konstruksi beton,” ujar Sarbuni melalui keterangan tertulis yang diterima, Rabu (8/8/2018).

Sarbuni membeberkan, alasan tidak dibangunnya jembatan baru di lokasi awal karena daerah tersebut merupakan tempat rawan longsor, serta tidak banyak penduduk yang menggunakannya.

Baca: 1 Pelaku Perampokan di Rumah Warga Lubuk Bendahara yang Ditangkap Merupakan Residivis

Meskipun demikian, Pemdes Teluk Kiambang tetap berupaya memberikan yang terbaik dengan membuat usulan kepada pemerintah setempat, namun dari perhitungan konsultan, pembangunan jerambah itu membutuhkan banyak biaya.

“Karena dalam beberapa tahun ini sering terjadi pemotongan anggaran oleh pusat, makanya belum bisa dibangun,” terangnya.
Sehingga berdasarkan hasil kesepatakan, Pemdes Teluk Kiambang, menyimpulkan pembangunan jerambah itu bukanlah kebutuhan yang mendesak.

Baca: Meriam Kuno Serta 2 Butir Peluru Ditemukan Warga di Sungai Siak, Benarkah Senjata Kerajaan Siak?

“Kami lebih memilih membangun jalan yang benar-benar dibutuhkan masyarakat dan menjadi skala prioritas. Yaitu akses yang menghubungkan desa kami dengan desa-desa tetangga. Ini jauh lebih bermanfaat,” paparnya.

Oleh karena itu, Pemdes mengambil kebijakan dengan membangun jerambah baru yang jaraknya sekitar 300 meter dari lokasi pertama.

Baca: Lawan Timnas Indonesia di Semifinal Piala AFF U-16 2018, Ini Fakta Kekuatan Pertahanan Malaysia

Menurut Sarbuni, kebijakan tersebut juga telah melalui berbagai pertimbangan dan masukan dari banyak pihak, karena kebijakan yang diambil Pemdes Teluk Kiambang, tentu lebih mengedepankan kebutuhan dan kepentingan masyarakat banyak.

“Kalaupun dipaksakan membangun di lokasi awal, malah menjadi pertanyaan banyak pihak. Perlu kami tegaskan lagi, jerambah itu bangunan lama. Sekarang sudah ada jerambah yang lebih bagus,” pungkasnya.

Baca: Lawan Timnas Indonesia di Semifinal Piala AFF U-16 2018, Ini Fakta Kekuatan Pertahanan Malaysia

Sementara itu, Camat Tempuling, Ridwan, juga mengakui kondisi jerambah tersebut, namun menurutnya jerambah tersebut bukanlah kewenangan Pemerintah Kabupaten Inhil.

“Sarana diatas merupakan kewenangan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau,” tuturnya singkat.(*)

Penulis: T. Muhammad Fadhli
Editor: Budi Rahmat
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved