Siak

Meriam Kuno Serta 2 Butir Peluru Ditemukan Warga di Sungai Siak, Benarkah Senjata Kerajaan Siak?

Warga kabupaten Siak terkesima dengan adanya penemuan meriam atau kanon di sungai Siak. Penemuan

Meriam Kuno Serta 2 Butir Peluru Ditemukan Warga di Sungai Siak, Benarkah Senjata Kerajaan Siak?
Tribun Pekanbaru/Kolase/Mayonal
Temuan mengejutkan di dalam sungai Siak, kampung Rawang Airputih Siak, yakni meriam atau kanon. 

Laporan wartawan Tribunsiak.com, Mayonal Putra

TRIBUNSIAK.COM, SIAK - Warga kabupaten Siak terkesima dengan adanya penemuan meriam atau kanon di sungai Siak.

Penemuan meriam itu secara tidak sengaja oleh warga Rawang Airputih, kecamatan Siak, kabupaten Siak, Selasa (7/8/2018) kemarin.

Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Siak, Mahadar mengatakan, warga yang menemukan meriam itu tidak menyangka di sungai Siak masih ada benda kuno.

Apalagi mereka hanya berniat membongkar kayu yang terbenam di dasar sungai.

Baca: Tamu Asal Papua Kagum Dengan Industri Sagu di Meranti

Baca: 7 Ekor Buaya Muara Terikat dalam Keranjang, 4 Ekor Tampak Sudah Mati

"Selain menemukan meriam warga tersebut juga menemukan 2 butir pelurunya. Belum dapat diketahui kira-kira meriam itu kaliber berapa. Butuh penelitian lebih jauh," kata dia, Rabu (8/8/2018).

Informasi penemuan meriam itu langsung direspon Kepala Disdikbud Siak, Lukman dan pihak dinas pariwisata. Meriam tersebut bakal diangkut ke Mempura.

Mahdar menceritakan, warga Kampung Airputih yang mengangkat kayu balak di salam sungai awalnya mengira sebatang kayu. Namun begitu diangkat mereka kaget melihat besi tua yang berkarat. Begitu diangkat dengan tali ke pompong, ternyata meriam atau kanon, dalam Bahasa Melayu.

Baca: Tamu Asal Papua Kagum Dengan Industri Sagu di Meranti

Baca: Belum Ada Capres yang Daftar, Roy Suryo Ungkap Inisial Cawapres Jokowi dan Prabowo di Pilpres 2019

"Warga langsung melaporkannya ke penghulu kampung Rawang Airputih. Kemudian mengamankan benda kuno itu," kata dia.

Menurut Mahadar, penghulu kampung menghubungi pihak dinas Pariwisata. Karena prosedurnya benda bersejarah menjadi kewenangan Disdikbud, maka diserahkan ke Disdikbud Siak.

Benda langka tersebut akan dibawa ke Balai Kerapatan Kampung Tengah, Kecamatan Mempura, untuk dikaji. Karena para pihak ingin mengetahui jenis meriam tersebut. Apakah milik kerajaan Siak atau milik Belanda.

"Setelah nanti diketahui jenis, kaliber dan jangkauan tembaknya, serta milik pihak mana, baru disepakati di mana diletakkan. Jika milik kerajaan Siak maka ditaruh di kompleks istana Siak," kata dia.

Meskipun tampak tidak aktif dan karatan, Mahdar yakin meriam itu bisa saja diaktifkan kembali.

Penulis: Mayonal Putra
Editor: David Tobing
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help