Meranti

Tamu Asal Papua Kagum Dengan Industri Sagu di Meranti

Dorce misalnya, Kasi Pengembangan Panganan Lokal Provinsi Papua Barat ini mengaku takjub begitu melihat

Tamu Asal Papua Kagum Dengan Industri Sagu di Meranti
Tribun Pekanbaru/Firmauli Sihaloho
mie sagu. foto sebagai ilustrasi 

Laporan Reporter Tribunpekanbaru.com, Guruh BW

TRIBUNPEKANBARU.COM, SELATPANJANG - Sejumlah tamu Simposium Sagu International ke IV terkagum-kagum saat menyaksikan pengolahan sagu masyarakat di Kabupaten Kepulauan Meranti.

Jika di daerah mereka sagu diolah dengan cara tradisonal, di Meranti pengolahan sagu sudah menggunakan mesin.

Dorce misalnya, Kasi Pengembangan Panganan Lokal Provinsi Papua Barat ini mengaku takjub begitu melihat pengolahan sagu di Meranti.

Menurutnya, jika Papua Barat mengadopsi sistem pengolahan sagu seperti di Meranti, ia menjamin Papua Barat akan menjadi produsen sagu di dunia.

Baca: BJ Habibie Langsung Dipakaikan Tanjak Saat Tiba di Pekanbaru

Baca: Ketum PPP Romahurmuziy Bocorkan Sosok Cawapres Jokowi, Diumumkan 10 Agustus

"Potensi sagu di Papua Barat sangat besar, namun pengolahannya masih sangat tradisional. Jika sistem pengolah sagu di sana seperti Meranti, saya yakin Papua dan Papua Barat bisa menjadi produsen sagu terbesar di dunia," ujar Dorce saat melihat pabrik sagu di Desa Sungai Tohor, Kecamatan Tebingtinggi Timur, Rabu (8/8/2018).

Tidak hanya Dorce, Kepala Dinas Perkebunan Kabupaten Jayapura, Papua, Louis juga mengaku akan mengadopsi pengolahan sagu Meranti ke Jayapura.

Menurut Louis, potensi sagu di Jayapura hampir mencapai 35 ribu hektare.

Lahan sagu seluas itu kata dia bukan dibudidayakan seperti di Meranti, namun tumbuh dengan alami.

Baca: Jelang Semifinal Piala AFF U-16 2018 Indonesia vs Malaysia, Timnas Indonesia Diberi Porsi Tambahan

"Kami tidak menanam sagu, tinggal tebang saja. Sebab, sagu sudah tumbuh sendiri," ujar Louis.

Namun, pengolahan sagu di Meranti masih sangat minim.

Masyarakat Jayapura belum mengetahui jika sagu bisa diolah menjadi berbagai jenis makanan.

"Kami hanya mengolah sagu menjadi Papeda, saya takjub dengan Meranti yang bisa menciptakan sagu menjadi berbagai macam olahan," ujar Louis yang mengaku membeli gula bubuk sagu untuk oleh-oleh.

Penulis: Guruh Budi Wibowo
Editor: David Tobing
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved