VIDEO: Riau Kembali Tagih Tunda Salur DBH ke Pusat

Tunda salur Dana Bagi Hasil (DBH) dari Pemerintah Pusat berdampak terhadap kondisi keuangan Pemerintah Provinsi Riau.

TRIBUNPEKANBARU.com, PEKANBARU - Tunda salur Dana Bagi Hasil (DBH) dari Pemerintah Pusat berdampak terhadap kondisi keuangan Pemerintah Provinsi Riau.

Untuk itu Pemerintah daerah terus menanyakan Tunda salur ini ke Pemerintah pusat melalui Kementerian terkait.

Karena diakui Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman dengan adanya penundaan salur mulai dari triwulan empat 2017 dan triwulan pertama dan kedua pada tahun 2018.

Jika ditotal anggaran yang masuk dalam tunda salur tersebut hampir mencapai Rp1 Triliun.

Baca: Kelompok Suporter Asykar Theking Aksi Sejuta Koin untuk PSPS

Dalam pertemuan dengan Dirjen Perimbangan Keuangan Kementerian Keuangan RI, Andi Rachman sapaan akrabnya Gubernur memohon agar Dirjen menyalurkan anggaran DBH yang tunda salur tersebut.

"Karena sangat dibutuhkan pada saat kondisi keuangan kita di Riau yang pas-pasan ini, "ujar Andi Rachman kepada Tribun Selasa (7/8).

Menurut Andi Rachman komunikasi tetap dibangunnya dengan pihak Kementerian karena dua minggu sebelumnya Ia juga sempat mendatangi Dirjen Anggaran Kementerian Keuangan juga memohon penyaluran tunda bayar DBH tersebut.

Baca: PSPS Tetap di Peringkat Keempat Klasemen Sementara Liga 2

"Artinya kota menjelaskan jika anggaran itu sangat dibutuhkan daerah dengan kondisi keuangan saat ini, "jelasnya.

Sementara itu Sekdaprov Riau Ahmad Hijazi mengakui pihaknya bersama seluruh Sekda Kabupaten/Kota juga masih menunggu arahan dari Kementerian Keuangan untuk dilakukan kembali penghitungan atas DBH masing-masing daerah sebagaimana yang diajukan daerah dari Riau sebelumnya.

"Bagi Hasil itu ada di undang-undang. Tentu saja kita tetap berkonsultasi ke pusat, ya kasian lah, kita ini kan. Daerah penghasil yang juga harus menyelesaikan pembangunan, kalau di tunda salur terus, tentukan berdampak juga pada ketersediaan keuangan kita, "ujar Ahmad Hijazi kepada Tribun.

Penulis: Nasuha Nasution
Editor: David Tobing
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved