Pelalawan

Akilla Bocah 9 Tahun di Pangkalan Kerinci Menderita Kanker Mata dan Butuh Bantuan

Seorang anak perempuan di Kecamatan Pangkalan Kerinci Kabupaten Pelalawan menderita penyakit kangker mata beberapa bulan terakhir

Akilla Bocah 9 Tahun di Pangkalan Kerinci Menderita Kanker Mata dan Butuh Bantuan
Tribun Pekanbaru/Johannes
Anggota Ikatan Kekeluargaan Penyalai (IKAPEN) Pangkalan Kerinci saat menyambangi rumah keluarga Akilla pasien penderita kanker mata, Rabu (8/8/2018) lalu. Keluarga Akilla sangat membutuhkan bantuan untuk perobatannya 

Laporan wartawan tribunpelalawan.com, Johannes Wowor Tanjung

TRIBUNPELALAWAN.COM, PANGKALAN KERINCI- Seorang anak perempuan di Kecamatan Pangkalan Kerinci Kabupaten Pelalawan menderita penyakit kangker mata beberapa bulan terakhir.

Pihak keluarga membutuhkan bantuan dana untuk perobatan.

Baca: Kado HUT Riau ke 61, Kemenkumham Patenkan Logo The Homeland of Melayu dan Riau Menyapa Dunia

Anak perempuan itu bernama Akilla yang saat ini berusia 9 tahun. Akilla masih duduk dibangku kelas 3 Sekolah Dasar (SD) namun karena kondisi mata sebelah kirinya terkena kangker, ia belum bisa bersekolah.

Akilla bersama keluarganya tinggal di Jalan Pepaya gang Manggis, tepat di rumah petak berwarna hijau nomor 8. Anak dari pasangan Jupri dan Jamila ini divonis menderita kanker mata oleh dokter dan hanya mata sebelah kanan saja yang berfungsi.

Baca: HASIL AKHIR Indonesia Vs Malaysia Piala AFF U-16 2018, Indonesia Jumpa Thailand di Final 

"Kami kemarin sudah ke rumah orangtuanya dan menyalurkan sedikit bantuan. Mereka memang membutuhkan uluran tangan dari masyarakat untuk perobatan," kata Sekretaris Ikatan Kekeluargaan Penyalai dan sekitarnya (IKAPEN) Kecamatan Pangkalan Kerinci, Siad Ihsan, kepada tribunpelalawan.com, Kamis (9/8/2018).

Baca: Fakta Baru Wanita Hilang 15 Tahun Diculik Dukun, Setubuhi Korban Disaksikan Istri, Bayi Tak Dikubur

IKAPEN menyambangi rumah keluarga Akilla lantaran peduli dan merasa prihatin atas penyakit yang dideritanya. Disamping itu, ibu Akilla bernama Jamila merupakan warga asli Penyalai yang sekarang bernama Kecamatan Kuala Kampar.

Penderitaan Akilla berawal pada akhir tahun 2017 lalu. Ia mulai merasa pusing dan semakin lama bertambah sering mengalami pusing. Melihat kondisi itu, orangtuanya membawanya berobat ke dokter. Namun rasa pusing itu terulang kembali dan dibawa berobat lagi.

Baca: Pengakuan Pelaku Curas WNA Singapura, Dapat Bagian 3 Juta Belum Termasuk Dollar, Ini Tugasnya

Demikianlah terulang terus hingga keluarganya membawa Akilla ke Kota Dumai atas anjuran dari keluarganya ada disana. Setelah diperiksa oleh dokter spesialis ternyata tak bisa ditangani dan dirujuk ke Rumah Sakit Eka Hospital Pekanbaru.

Pada Bulan Januari 2018, dokter RS Eka Hospital mendiagnosa syaraf mata anak malang itu sudah putus. Jalan satu-satunya dilakukan pengoperasian pengangkatan mata sebelah kiri.

Baca: Pengakuan Pelaku Curas WNA Singapura, Dapat Bagian 3 Juta Belum Termasuk Dollar, Ini Tugasnya

Halaman
12
Penulis: johanes
Editor: Budi Rahmat
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help