Pelalawan

Besok Batas Akhir Penundaan Vaksin MR, Begini Sikap Diskes Pelalawan

Besok, Jumat (10/8/2018), batas akhir penundaan pemberian vaksin campak atau Measles Rubella (MR) di Kabupaten Pelalawan.

Besok Batas Akhir Penundaan Vaksin MR, Begini Sikap Diskes Pelalawan
Istimewa
Bupati Pelalawan HM Harris beserta istri berfoto bingkai pada saat pembukaan program vaksin MR di Pangkalan Kerinci beberapa waktu lalu. 

Laporan wartawan tribunpekanbaru.com, Johannes Wowor Tanjung

TRIBUNPELALAWAN.COM, PANGKALAN KERINCI - Besok, Jumat (10/8/2018), batas akhir penundaan pemberian vaksin campak atau Measles Rubella (MR) di Kabupaten Pelalawan.

Penundaan vaksin berdasarkan keputusan bersama dengan beberapa instansi.

Menurut Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) Pelalawan, dr Endid Romo Pratiknyo, penundaan pemberian vaksin MR atas kesepakatan saat rapat bersama Dinas Pendidikan (Disdik), Diskes, Pemda Pelalawan, MUI, dan instansi terkait.

Penundaan akibat adanya informasi terkiat ketidakhalalan dari vaksin campak yang disuntikan merujuk pada imbauan Mejelis Ulama Indonesi (MUI) pusat.

Baca: Mau Umur Panjang, Jangan Tidur Terlalu Lama

"Sebagai kesepakatan dan menghargai masukan-masukan makanya kita tunda kemarin. Jadi besok batas akhirnya pada 10 Agustus," ungkap dr Endid kepada tribunpelalawan.com, Kamis (9/8/2018).

Endid mengutarakan, apabila tidak ada keputusan dan kebijakan terbaru dari MUI pusat mengenai vaksin MR, maka pihaknya akan kembali melanjutkan program vekanisasi kepada masyarakat, khususnya anak sekolah.

Sebab Kementerian Kesehatan hinga kini belum ada mengintruksikan pemberhentian vaksin campak ini.

Bahkan, kata Endid, saat pihaknya mengumumkan penundaan vaksin MR, banyak warga dan pihak sekolah yang malah bertanya apa alasan ditunda.

Baca: Bukan Salim Segaf dan Ustaz Abdul Somad, Benarkah 2 Nama Ini Mengerucut Jadi Cawapres Prabowo? 

Sebagian mendesak agar tetap dilaksanakan mengingat manfaatnya.

"Jadi kalau tak ada informasi terbaru, akan tetap kita jalankan. Ini sudah program wajib bagi kami," tandasnya.

Ia mengakui, ada beberapa warga yang menolak anakanya divaksin. Hal itu bukan jadi masalah dan merupakan pilihan bagi orangtua maupun pihak sekolah.

Diskes akan menyodorkan surat pernyataan penolaksan vaksin MR.

"Bagi kami ini kewajiban, tapi bagi masyarakat ini pilihan. Mau divaksin silahkan, menolak juga tak apa-apa. Ini poin pentingnya," tambah Endidi. (*)

Penulis: johanes
Editor: Ariestia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help