Hari Kemerdekaan

VIDEO: Bupati Azis Berterima Kasih Mahmoed Marzuki Jadi Pahlawan Nasional

Meski belum ada penetapan resmi, ia menyambut baik Pemerintah telah menindaklanjuti usulan penetapan pahlawan nasional tersebut.

TRIBUNPEKANBARU.COM, BANGKINANG - Bupati Kampar, Azis Zaenal menyampaikan terima kasih, terkhusus kepada Pemerintah Republik Indonesia, atas diterimanya Mahmoed Marzuki sebagai Pahlawan Nasional.

Meski belum ada penetapan resmi, ia menyambut baik Pemerintah telah menindaklanjuti usulan penetapan pahlawan nasional tersebut.

Azis menerima laporan dari Kepala Dinas Sosial, Amin Filda bahwa Kementerian Sosial RI melalui Direktorat Kepahlawanan, Keperintisan, Kesetiakawanan dan Restorasi Sosial akan melakukan verifikasi.

Surat Tugas dari Direktur menyebutkan bahwa tim akan menguji dan mencek peninggalan sejarah tentang Mahmoed Marzuki sebagai Calon Pahlawan Nasional (CPN).

Baca: 3 Nama Sudah Ajukan Permohonan Keterangan Tidak Pailit, Sinyal Sandiaga Uno Cawapres Prabowo?

Baca: Nissa Sabyan Dipuji Youtuber Luar Negeri. Ini Dia 6 Video Reacting to Deen Assalam

"Kami berterima kasih terkhusus kepada Pemerintah Negara Republik Indonesia," ungkap Azis di Jakarta, Rabu (8/8/2018).

Menurut dia, Mahmoed Marzuki sudah sangat layak dijadikan pahlawan nasional.

Azis menuturkan, selain mengusir penjajah, pengibar Bendera Merah Putih pertama sekali di Bangkinang itu juga berjasa membangun dunia pendidikan.

Ini dibuktikan dari monumen dan dokumen yang masih ada sampai sekarang.

Baca: Pelantikan Susulan, Alek Resmi Jabat Plt Sekwan DPRD Kota Pekanbaru, Ini Jabatan Lamanya

Baca: DPU PRPKP Akan Segera Operasikan SPAM IPA Sungai Tohor

Menurut Azis, Pemkab Kampar sudah lama mengusulkan pria kelahiran Bangkinang 1911 dan wafat pada 1946 itu menjadi pahlawan nasional.

Ia berharap, dengan ditetapkannya sebagai pahlawan nasional, menjadi motivasi bagi masyarakat Kampar dalam membangun negeri.

Tahun ini, Pemerintah Provinsi Riau kembali mengajukan Mahmoed Marzuki sebagai Pahlawan Nasional. Sebelumnya, Pemerintah Pusat tidak mengabulkan permintaan tersebut karena alasan administrasi. Menurut pengakuan keluarga, Mahmoed sudah diusulkan menjadi pahlawan nasional sejak era Presiden Soeharto. (*)

Penulis: nando
Editor: David Tobing
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help