Pekanbaru

Diduga Lakukan Pungli Visa, Mahasiswa Demo Konsulat Malaysia

Dugaan adanya pungli yang dilakukan oknum konsulat malaysia mendapat reaksi dari mahasiswa. Konsulat tersebut di demo Jumat siang

Diduga Lakukan Pungli Visa, Mahasiswa Demo Konsulat Malaysia
Tribun Pekanbaru/Syafruddin Mirohi
Aksi unjuk rasa yang dilakukan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Melayu Pekanbaru, di Konsulat Malaysia Pekanbaru, Jalan Sudirman, Jumat (10/8/2018) siang. Saf 

Laporan Wartawan Tribunpekanbaru.com,  Syafruddin Mirohi

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU-  Aksi unjuk rasa dilakukan mahasiswa, yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Melayu Pekanbaru, di Konsulat Malaysia Pekanbaru, Jalan Sudirman, Jumat (10/8/2018) siang.

Dalam aksi damai ini, mendapat pengawalan ketat dari puluhan personil Polresta Pekanbaru, dan Polsekta Bukitraya, serta beberapa aparat TNI.

Baca: Anggota DPRD Pelalawan Jenguk, Begini Kondisi Bidan Desa Korban Pemerkosaan di Ukui, Pelaku Didor

Aksi ini dilakukan menuntut adanya dugaan pungli dalam pengurusan visa ketenagakerjaan, oleh oknum Konsulat Malaysia.

Baca: Inilah Penyebab Harga Gas 3 Kg Tinggi di Wilayah Rohul, Disperindag Akan Lakukan ini

Koordinator aksi Erfan dalam orasinya mengatakan, bahwa dugaan pungli tersebut sudah lama terjadi, dan menimpa masyarakat. Namun terkesan didiamkan. Bahkan aparat terkait tidak menindaklanjutinya.

Karena itu, mereka atas nama mahasiswa dan masyarakat pemuda Riau, meminta penjelasan langsung dari pihak Konsulat Malaysia. "Ini tidak sesuai dengan peradaban kita, harus diusut. Kami minta oknum yang membeking ditindak," kata Erfan dalam orasinya.

Baca: Inilah Penyebab Harga Gas 3 Kg Tinggi di Wilayah Rohul, Disperindag Akan Lakukan ini

Mahasiswa yang tergabung dalam beberapa perguruan tinggi di Kota Pekanbaru ini, mencoba merangsek masuk ke dalam Konsulat Malaysia. Namun dihadang. Sempat terjadi negosiasi perwakilan mahasiswa masuk, namun gagal karena suatu alasan.

Baca: Hasil Akhir PSPS Vs Persis Solo di Liga 2 2018

Selang beberapa menit berorasi, perwakilan Konsulat Malaysia Pekanbaru Robert, akhirnya keluar menemui mahasiswa, yang dikawal ketat aparat. Kepada massa, Robert mengaku, berterima kasih atas laporan yang diberikan mahasiswa. Namun dia menggarisbawahi, bahwa tidak ada aksi pungli dalam pengurusan visa ketenagakerjaan ataupun visa wisata.

"Bahkan belum lama ini ada surat dari pihak yang datang ke kami (Konsulat Malaysia) mempertanyakan itu. Sudah kami respon. Makanya kami minta adik-adik mahasiswa jangan terpedaya oleh persoalan ini," tegasnya.

Baca: Hasil Akhir PSPS Vs Persis Solo di Liga 2 2018

Dengan adanya kasus ini, tambah Robert, pihaknya tidak akan memberikan visa wisata bagi masyarakat Riau untuk jangka waktu tiga bulan. "Rakyat Riau silakan ke Malaysia bawa keluarga, tapi untuk wisata biasa saja lagi satu bulan. Kami akan buat aturan baru ke depan, untuk visa wisata 3 bulan kami hapus," tegasnya.

Baca: Tinggalkan Kemeja Kotak-kotak, Jokowi Siapkan 3 Baju Khusus untuk Kontestasi Pilpres 2019

Setelah mendengar pernyataan tersebut, mahasiswa akhirnya membubarkan diri. Namun sebelum bubar, mahasiswa sempat menyampaikan kepada pihak Konsulat Malaysia, bahwa aksinya ini tidak ditunggangi oleh pihak mana pun. Namun ini murni gerakan sosial mahasiswa. (Saf)

Penulis: Syafruddin Mirohi
Editor: Budi Rahmat
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help