Pelalawan

Diskes Pelalawan Pastikan Program Vaksianasi MR Dilanjutkan Kembali Mulai Besok

Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) di masing-masing kecamatan mengatur teknis di lapangan dengan dimulai

Diskes Pelalawan Pastikan Program Vaksianasi MR Dilanjutkan Kembali Mulai Besok
Tribun Pekanbaru/Johanes
pembukaan vaksin campak dan Rubella MR di Pangkalan Kerinci dihadiri Bupati Pelalawan, HM Harris, di SD 006 Pangkalan Kerinci, Rabu (1/8/2018) 

Laporan wartawan tribunpekanbaru.com, Johannes Wowor Tanjung

TRIBUNPELALAWAN.COM, PANGKALAN KERINCI- Dinas Kesehatan (Diskes) Kabupaten Pelalawan memastikan kembali menjalankan program pemberian vaksin campak atau Measles Rubella (MR) kepada masyarakat. Vaksinasi MR akan dilaksanakan kembali mulai besok, Sabtu (11/8/2018).

Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) Pelalawan, dr Endid Romo Pratiknyo menjelaskan, pihaknya memutuskan untuk melanjutkan vaksinasi MR setelah memasuki batas waktu penundaan.

Kesepakatan bersama dengan instansi terkait pekan lalu, penundaan penyuntikan vaksin campak hingga tanggal 10 Agustus.

Baca: Final Piala AFF U16 2018, Timnas U16 Indonesia Vs Timnas U16 Thailand, Inilah Rekor Bagus Kahfi

"Sekarangkan sudah 10 Agustus dan tidak ada informasi terbaru dari MUI. Jadi kita akan lanjutkan lagi program vaksin MR," tandas dr Endid kepada tribunpelalawan.com, Jumat (10/8/2018).

Diskes, kata Endid, langsung membagi jadwal pemberian vaksin MR di 12 kecamatan yang ada di Pelalawan.

Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) di masing-masing kecamatan mengatur teknis di lapangan dengan dimulai dari sekolah-sekolah.

Pihaknya terlah mengintruksikan ke seluruh Puskesmas dan unit kesehatan dibawahnya agar bersiap melanjutkan program dari pemerintah pusat itu.

Baca: Jadwal Timnas Indonesia vs Thailand, Timnas Indonesia Belum Terkalahkan di Piala AFF U-16 2018

Menurut Endid, hingga kini Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI belum mengeluarkan intruksi baru terkait pemberian vaksin campak ini.

Hanya saja petugas diminta memberikan penjelasan terkait penyuntikan vaksin MR kepada masyarakat, dimana warga berhak menolak dan bukanlah suatu paksaan.

Namun harus ada surat pernyataan penolakan dari orangtua maupun pihak sekolah.

"Seperti kemarin saya tegaskan, bagi kami ini adalah kewajiban tapi bagi masyarakat ini merupakan pilihan. Kalau menolak juga ngak ada masalah," tegasnya.

Meski ada penolakan dari masyarakat, pihaknya akan berjalan terus hingga program ini dituntaskan.

Diskes juga akan menggencarkan sosialisasi dan pemahaman terhadap resiko jika seorang anak tak diberikan vaksin MR.

Penulis: johanes
Editor: David Tobing
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help