Rokan Hulu

Inilah Penyebab Harga Gas 3 Kg Tinggi di Wilayah Rohul, Disperindag Akan Lakukan ini

Disperindag Rohul sudah mengumpulkan agen-agen gas 3 kg terkait keluhan masyarakat harga gas yang dijual diatas rata-rata HET

Inilah Penyebab Harga Gas 3 Kg Tinggi di Wilayah Rohul, Disperindag Akan Lakukan ini
Tribun Pekanbaru/Doddy Vladimir
GAS - Sejumlah warga terlihat kecewa karena tidak berhasil membeli gas 3 kg yang sudah habis terjual didepan toko agen penjual elpiji 3 kg di Jalan Rajawali Pekanbaru, Selasa (29/9/2015). 

Laporan Wartawan Tribunrohul.com, Donny kusuma putra

TRIBUNROHUL.COM, PASIRPANGARAIAN - Menanggapi adanya laporan masyarakat bahwa masih ada penjualan gas elpiji subsidi tabung 3 kilogram yang dijual diatas harga normal, Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan (Disperindag) Rokan Hulu (Rohul), Sariaman, mengaku telah mengumpulkan para agen dan pangkalan, pada Kamis (9/8/2018).

Baca: Hasil Akhir PSPS Vs Persis Solo di Liga 2 2018

Dimana, Pertemuan yang digelar di Aula Disperindag yang dihadiri Kabid Perdagangan, Syahrudin, serta tujuh pengelola agen dan pangkalan di Kecamatan Rambah.

Sariaman mengungkapkan, pihaknya langsung mempertanyakan kepada para agen dan pangkalan adanya Laporan masyarakat, bahwa pada daerah tertentu di kecamatan Rambah ada gas elpiji 3 Kilogram yang dijual antara Rp27 ribu hingga Rp30 ribu, bahkan ada yang diatas itu.

Baca: Penghubung Partai Diundang, KPU Kampar Masih Finalisasi DCS

"Laporan harga gas elpiji yang mahal itu kita terima dari daerah Kaiti, Sialang dan Bangun Purba dengan harga diatas Rp.30 ribu, " katanya, Jumat (10/8/2018).

Namun, tambahnya, para pangkalan menyatakan mereka menjual dengan harga yang ditentukan, paling tinggi cuma Rp24 ribu Rp25 ribu.

Baca: Tinggalkan Kemeja Kotak-kotak, Jokowi Siapkan 3 Baju Khusus untuk Kontestasi Pilpres 2019

Dijelaskannya, setelah diselidiki ternyata ada oknum pedagang yang bermain dengan membeli gas elpiji itu dari Wilayah Ujung Batu dan menjualnya kembali di warung warung kecil dikampung- kampung.

"Oknum itu membelinya dalam jumlah tertentu, lalu menitipkan di warung warung kecil dengan harga Rp30 ribu sampai Rp32 ribu dan warung menjualnya lagi ke masyarakat dengan harga Rp35 ribu, lalu beberapa hari kemudian oknum itu baru mengutip uang penjualan itu," imbuhnya.

Baca: Riau Entertain Community dan All Bikers Pekanbaru Galang Dana untuk Korban Gempa Lombok

Sariaman berjanji, akan segera menurunkan tim pengawasan dan investigasi terhadap oknum yang memanfaatkan gas elpiji subsidi menjualnya diatas harga rata rata untuk kepentingan pribadi.

"Kita minta juga kepada para Agen dan pangkaIan untuk tetap menyalurkan dan menjual gas elpiji subsidi 3 kilogram itu sesuai ketentuan yang telah disepakati dan ketentuan di wilayah penyalurannya," pungkasnya.(*)

Penulis: Donny Kusuma Putra
Editor: Budi Rahmat
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help