Mahasiswa Kukerta Tematik Unri Ajak Pengusaha Lokal Berinovasi

Kukerta Tematik Unri menggelar kegiatan pelatihan kewirausahaan bagi masyarakat Desa Potai Baru Kuansing

Mahasiswa Kukerta Tematik Unri Ajak Pengusaha Lokal Berinovasi
ist
Mahasiswa Kukerta Tematik Unri berfoto bersama dengan Eli Anita dan sejumlah peserta lainnya. 

Laporan wartawan Tribunpekanbaru.com, Syahrul Ramadhan

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU- Kukerta Tematik Unri menggelar kegiatan pelatihan kewirausahaan bagi masyarakat Desa Potai Baru Kuansing pada 8 Agustus 2018 lalu.

Kegiatan bertajuk Wisata Industri Pengolahan Tahu dan Tempe Fermentasi dan Nugget Tahu itu menghadirkan pengusaha Eli Anita sebagai narasumber.

Baca: Bantuan Pendidikan Pemprov Riau, Berkas Mahasiswa Banyak yang Salah

Disampaikan oleh Koordinator Kukerta Tematik Unri Ronaldi Aulia Putra pada Jumat (10/8/2018), kegiatan tersebut merupakan bagian dari penerapan Tri Dharma Perguruan Tinggi.

"Program ini adalah bagian dari bentuk pengabdian diadakan oleh Unri kepada masyarakat secara umum baik berupa inovasi maupun kreatifitas," ungkap Ronaldi.

Baca: Pengamat Sebut Pasangan Prabowo-Sandiaga Mendapat Tempat bagi Pemilih di Riau, Ini Alasannya

Diterangkannya, Desa Potai Baru merupakan desa transmigrasi yang masuk dalam wilayah Kabupaten Kuansing.

Desa Potai Baru, jelas Ronaldi, dikenal sebagai pengrajin usaha tahu dan tempe. Hal ini kemudian menarik perhatian Kukerta Tematik Unri.

Baca: Semarak Jelang Peringatan HUT RI ke 73, Satpol PP Inhu Berbagi Bersama Anak Panti Asuhan

"Kita mengajak masyarakat tempatan untuk berinovasi membuat olahan produk dari taju dan tempe beripa nugget kepada masyarakat setempat," paparnya kemudian.

Dalam kegiatan itu, sejumlah pengusaha lokal bersama dengan PKK, KUD dan BUMDES diajak untuk turut serta.

Mahasiswa Kukerta Tematik Unri juga memberikan pengetahuan bagaimana proses pembuatan nugget tahu tersebut secata langsung kepada para peserta.

Baca: PKNS Riau Mendapatkan Motivasi Terkait Kunjungan Sri Sultan Hamengku Buwono X di Pekanbaru

"Dengan adanya kegiatan ini kita berharap, masyarakat desa mampu mengolah tahu dan tempe sehingga menciptakan nilai jual yang tinggi," jelasnya.

"Dengan demikian produk yang dihasilkan dapat dipasarkan baik melalui KUD, BUMDES maupj pasar online secara kreatif," pungkasnya. (*)

Penulis: Syahrul
Editor: Budi Rahmat
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved