Pekanbaru

Pemko Pekanbaru Segera Bahas Nasib Pasar Induk, Salah Satu yang Jadi Perhatian Mengenai Ini

Pemko Pekanbaru segera memastikan kelanjutan pembangunan pasar Induk. Rapat akan dilakukan dengan mengundang dinas terkait

Pemko Pekanbaru Segera Bahas Nasib Pasar Induk, Salah Satu yang Jadi Perhatian Mengenai Ini
Tribun Pekanbaru/Melvinas Priananda
Kebutuhan Akan Pasar Induk - Suasana aktifitas bongkar muat beragam sayuran dan kebutuhan pokok lainnya di Jalan Tuanku Tambusai Pekanbaru, Sabtu (27/6/2015). 

"Kalau sesuai perjanjian mereka harus menyelesaikan pembanguan Oktober mendatang, karena waktunya mepet, maka dengan sisa waktu yang ada ini pasti tidak cukup, makanya mereka mengajukan perubahan adendum,” imbuhnya.

Meski pihak kontraktor sudah mengajukan permohonan perubahan adendum, namun Ingot belum bisa memastikan, apakah perubahan adendum tersebut disetujui atau di tolak. Sebab untuk memutuskan persoalan ini pihaknya harus melakukan kajian dan berkonsultasi terlebih dahulu dengan instasi terkait.

"Belum bisa kita jawab sekarang. Kita akan lakukan kajian bersama konsultan pengawas dalam menentukan keputusan. Kami tidak bisa menjawab iya atau tidak. Harus ada kajian dulu. Tapi kami akan upayakan dalam waktu dekat kita harapkan sudah ada keputusannya,” bebernya.

Baca: Foto: Penjual Bendera Dadakan yang Mulai Menjamur di Beberapa Trotoar di Jalan Sudirman

Seperti diketahui, pembangunan Pasar Induk yang berlokasi di Jalan Soekarno Hatta dikerjakan oleh PT Agung Rafa Bonai. Kerja sama antara Pemko Pekanbaru dengan pihak kontraktor tertuang dalam surat perjanjian yang ditandatangani kedua belah pihak Oktober 2016 silam. Pasar induk dibangun di atas lahan seluas 3,2 hektare dengan nilai investasi mencapai Rp94 miliar.

Keberadaan Pasar Induk memang sangat dibutuhkan di Kota Pekanbaru, salah satunya untuk mengendalikan dan menutup celah adanya spekulan yang memainkan harga sembako serta menampung pedagang kaki lima (PKL) yang marak di Kota itu.

Baca: Portal Takraw Riau Raih Satu Emas di Kejurnas 2018

Akibat belum rampungnya Pasar Induk tersebut, ‎untuk sementara waktu aktivitas bongkar muat yang kerap dilakukan di sepanjang Jalan Tuanku Tambusai, Jalan Ahmad Yani maupun diruas jalan lainnya direlokasi di sekitaran terminal Bandara Raya Payung Sekaki (BRPS).

Dalam perjalanan proses pembangunan pasar induk banyak menemui kendala. Tidak hanya saat proses pembangunan fisik di lapangan. Namun saat proyek ini masih dalam tahap lelang pun sudah menemui sejumlah kenadala. Saat itu Pemko Pekanbaru melalui Unit Layanan Pengadaan (ULP) mengalami kesulitan mendapatkan investor yang akan membangun pasar induk.

Baca: Datangi Keluarga Cendana Prabowo-Sandiaga Uno Disambut 3 Anak Soeharto

Dimana saat itu ULP terpaksa harus melakukan pelaksanan lelang sebanyak dua kali. Sebab lelang tahap pertama digelar 28 Desember 20015 hingga 15 Januari 2016 sepi peminat. Pesertanya hanya tiga perusahaan. Lelang kedua diikuti dua peserta. Dan hasilnya, PT Agung Rafa Bonai sebagai pemenang lelang pasar induk. (*)

Penulis: Syaiful Misgio
Editor: Budi Rahmat
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help