Dari 15 PSK yang Dijaring Satpol PP, 2 Orang Terkena Penyakit Kelamin, 6 Positif Narkoba

Hal itu diketahui setelah pihaknya melakukan tes urine dan darah sebagai bentuk tes narkoba dan tes kesehatan serta HIV.

Dari 15 PSK yang Dijaring Satpol PP, 2 Orang Terkena Penyakit Kelamin, 6 Positif Narkoba
Tribun Batam/Eko Setiawan
Ilustrasi PSK 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Depok Yayan Arianto menjelaskan, dari 15 wanita pekerja seks komersil (PSK) yang diamankan pihakya dari panti pijat dan apartemen di Depok, diketahui 6 diantaranya positif narkoba dan dua orang terkena penyakit kelamin sifilis reaktif.

Hal itu diketahui setelah pihaknya melakukan tes urine dan darah sebagai bentuk tes narkoba dan tes kesehatan serta HIV kepada 44 orang yang terjaring operasi pekat oleh pihaknya Sabtu (11/8/2018) malam sampai Minggu (12/8/2018) dinihari.

Baca: Jadwal Lengkap Grup A Sepak Bola Asian Game 2018, Timnas Indonesia vs Palestina Rabu Ini

Baca: Jadi Cawapres Jokowi, Maruf Amin Didesak Mundur dari Ketua Umum MUI

Baca: Sandiaga Harap Berat Badannya Kembali Normal Saat Tes Kesehatan Besok

Dari 44 orang yang terjaring Satpol PP Depok bersama Tim Penertiban Terpadu, 15 diantaranya adalah PSK.

 
"Dari tes urine dan tes darah kepada mereka, diketahui 6 orang positif narkoba dan 2 orang positif sifilis. Delapan orang yang positif narkoba dan sifilis itu, semuanya ada wanita pekerja seks komersil," kata Yayan kepada Warta Kota, Minggu (12/8/2018).

Para PSK dan PMKS yang terjaring operasi Satpol PP Depok bersama Tim Penertiban Terpadu di Depok, Sabtu malam sampai Minggu (12/8/2018) dini hari.
Para PSK dan PMKS yang terjaring operasi Satpol PP Depok bersama Tim Penertiban Terpadu di Depok, Sabtu malam sampai Minggu (12/8/2018) dini hari. 

Yayan mengatakan untuk 6 wanita PSK yang positif narkoba diketahui mereka tidak mengonsumsi narkoba saat itu.

"Dari hasil tes dan pemeriksaan diketahui mereka yang positif narkoba, tidak mengonsumsinya saat itu, tapi beberapa hari yang lalu. Hasil medisnya demikian," kata Yayan.

Sebelumnya ia mengatakan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Depok bersama Tim Penertiban Terpadu Kota Depok, menjaring 44 orang dalam operasi penyakit masyarakat dari sejumlah wilayah di Depok mulai Sabtu (11/8/2018) malam sampai Minggu (12/8/2018) dinihari.

Dari 44 orang yang terjaring, terdiri dari 15 wanita pekerja seks komersil (PSK), seorang pemasang spanduk liar dan 28 penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS).

Menurur Yayan dari 15 PSK yang terjaring, 6 perempuan beroperasi di beberapa panti pijat di Jalan Raya Bogor dan Jalan Tole Iskandar, sementara 9 PSK lainnya dijaring saat beroperasi di apartemen Margonda Residence (Mares) IV di Jalan Margonda, Depok.

Halaman
12
Editor: Muhammad Ridho
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved