Inspektorat: BPKP Kesulitan Audit Riau Airlines karena Minimnya Data BUMD Riau Tersebut

BPKP menyerah melakukan audit terhadap BUMD RAL. Hal tersebut disebabkan sulitnya mendapatkan data

Inspektorat: BPKP Kesulitan Audit Riau Airlines karena Minimnya Data BUMD Riau Tersebut
ist
Bangkai Pesawat Riau Air Lines di Halim Perdana Kusuma Jakarta 

Laporan Wartawan Tribunpekanbaru.com, Nasuha Nasution

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU- Kepala Inspektorat Provinsi Riau Evandes Fajri mengatakan saat ini proses audit Investigasi yang dilakukan Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) perwakilan Riau terhadap PT RAL mengalami kesulitan. Bahkan BPKP mulai menyerah lakukan audit.

Baca: 55 Titik Panas Terpantau di Riau, Tiga Heli Dikerahkan untuk Water Bombing

Hal ini disebabkan karena sulitnya mencari data terkait BUMD milik Pemerintah Provinsi Riau bersama sejumlah Pemerintah Daerah tersebut.

Bahkan setelah dihadirkan juga mantan Direksi dan jajaran komisaris belum menemukan titik terang terhadap PT RAL tersebut.

"BPKP kesulitan lakukan audit Investigasi bahkan mau menyerah mereka karena ketersediaan dokumen tidak ada, "ujar Evandes Fajri kepada Tribun.

Baca: Kadisbud Ajak Masyarakat Riau Doakan Tenas Effendi Terima Penghargaan dari Presiden

Proses audit yang dilakukan BPKP ini sendiri sudah dimulai sejak 2016 silam dan hingga saat ini dilanjutkan dengan proses audit Investigasi, karena ada dugaan pelanggaran hukum disana.

" Cuma semua kesulitan karena dokumen dan karyawannya juga sulit dihadirkan, "jelas Evandes.

Banyak daerah yang mengaku khawatir karena keikutsertaan dalam investasi terhadap PT RAL tersebut, karena sudah ada Daerah, Bupati nya ditetapkan tersangka karena investasi gunakan APBD ke RAL yakni Bupati Nias Selatan.

Baca: Kadisbud Ajak Masyarakat Riau Doakan Tenas Effendi Terima Penghargaan dari Presiden

" Kami dari Provinsi sebagai pemegang saham terbesar tentunya akan berusaha melakukan audit dan penetapan terhadap status PT RAL ini, karena dikhawatirkan menimbulkan masalah nantinya, "ujar Evandes.

Sebagaimana diketahui sebelumnya RAL sudah dinyatakan pailid namun BUMD Riau lainnya saat itu Riau Investment Corporation (RIC) atau PT PIR berupaya menghidupkan RAL dengan mencabut status pailid dengan memberikan jaminan dengan Bank Muamalat.

Baca: LBH Pekanbaru Gelar Lomba Video dan Karya Latih Bantuan Hukum

Namun seiring berjalannya waktu RAL tidak bisa lagi dihidupkan sementara yang menanamkan investasi di PT RAL sendiri sangat banyak tidak hanya Kabupaten/Kota di Riau melainkan banyak Kabupaten dan Provinsi lain yang ikut menanamkan modal di RAL.(*)

Penulis: Nasyuha
Editor: Budi Rahmat
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help