Indragiri Hilir

Festival Menongkah Suku Duanu Inhil Dikukuhkan sebagai Warisan Budaya

Festival Menongkah resmi dikukuhkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) Pertama di Inhil oleh Kemendikbud Republik Indonesia

Festival Menongkah Suku Duanu Inhil Dikukuhkan sebagai Warisan Budaya
Tribun Pekanbaru/T Muhammad Fadhli
Bupati Inhil HM Wardan bersama Kepala Disparekraf Riau Fahmizal Usman, serta Forkompicam Tanah Merah berfoto usai penyerahan 7 duplikat sertifikat WBTB saat penyelenggaraan Festival Menongkah Tahun 2018 di Pantai Bidari, Kuala Enok, Kecamatan Tanah Merah, Senin (13/8/2018) siang. 

Laporan Reporter Tribuntembilahan.com : T. Muhammad Fadhli.

TRIBUNTEMBILAHAN.COM, TANAH MERAH – Festival Menongkah resmi dikukuhkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) Pertama di Kabupaten Inhil oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Republik Indonesia.

Penyerahan sertifikat WBTB oleh Kemedikbud RI diserahkan langsung saat penyelenggaraan Festival Menongkah Tahun 2018 di Pantai Bidari, Kuala Enok, Kecamatan Tanah Merah, Senin (13/8/2018) siang.

Baca: Dinkes Bengkalis Targetkan 18 Persen Lebih Target Vaksinas MR Tercapai Jelang Pekan Ketiga Agustus

7 duplikat sertifikat penghargaan diberikan kepada perwakilan masyarakat, antara lain kepada Kepala Desa Tanjung Pasir, Kepala Desa Tanjung Melayu, Kepala Desa Sungai Laut, Ketua Yayasan Duanu, Kepala Desa Panglima Raja, Kepala Desa Sungai Bela dan Lurah Concong.

Baca: Kemendagri Keluarkan SK 7 Tapal Batas di Riau, Tapal Batas Riau-Sumut Tuntas

Bupati Inhil HM Wardan mengaku bangga dan senang atas sertifikasi Festival Menongkah di Kabupaten Inhil, karena sertifikat WBTB Kemendikbud hanya diberikan terhadap 11 warisan budaya daerah, satu diantaranta Festival Menongkah.

Menurutnya, festival Menongkah memang layak dijadikan sebuah warisan budaya, karena bila dilihat dari segi lokasi penyelenggaraan yang tergolong unik, yakni di pantai dengan hamparan pasir nan indah di tengah lautan.

Baca: Sam Aliano Jadi Tersangka Terkait Cuitan Editan, Nikita Mirzani Bersyukur

“Tidak semua daerah yang mendapatkan penghargaan ini. Saya bangga, bahagia sekaligus senang. Bahkan, ini dapat di bilang sebuah keunikan dunia. Waktu penyelenggaraan juga tidak bisa di sembarang waktu, ada waktu tertentu, tepatnya pada saat air mengalami surut,” jelas Bupati dalam sambutannya saat menghadiri Festival menongkah.

Oleh karena itu, demi kelestarian Festival Menongkah sebagai warisan budaya, Bupati meminta kepada Dinas Pariwisata Kabupaten Inhil selaku leading sector untuk melakukan pengembangan, terutama dalam hal fasilitas di lokasi penyelenggaraan.

Baca: Liga 1 2018, Berbenturan dengan Hari Nur Yulianto, Kiper Bhayangkara FC Dilarikan ke Rumah Sakit

“Tolong turut sertakan juga Kecamatan - Kecamatan lain dalam Festival Menongkah, seperti Kecamatan Concong salah satunya yang juga sudah membudayakan aktifitas menongkah,” pungkas Bupati yang juga melepas para peserta menongkah untuk berlomba - lomba menjadi yang tercepat.(*)

Penulis: T. Muhammad Fadhli
Editor: Budi Rahmat
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved