Dumai

Soal Insiden Tumpahnya CPO di Pelabuhan Pokala Pelindo Begini Tanggapan DLH Dumai

Dinas Lingkungan Hidup Dumai menyebautkan soal limbah laut bukan kewenangan pihaknya. Karena itu pihaknya belum tinjau izin perusahaan

Soal Insiden Tumpahnya CPO di Pelabuhan Pokala Pelindo Begini Tanggapan DLH Dumai
Foto/Ist
Sebagin tumpahan CPO tampak menggenang di perairan sekitar Dermaga B Pelindo I Dumai, Kamis (9/8/2018) malam. Jumlah muatan yang tumpah belum dapat dipastikan. 

Laporan Wartawan Tribundumai.com, Fernando Sikumbang

TRIBUNDUMAI.COM,DUMAI- Pihak Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Dumai belum berencana meninjau izin dari PT.Nagamas Palm Oil.

Kepala DLH Dumai, Satrio Wibowo mengatakan bahwa adanya limbah laut di luar kewenangan pihak dinas.

Baca: Diduga Terlibat JAD, 5 Warga Sumbar Ditangkap Densus 88 Mabes Polri

"Adanya limbah ke laut adalah kewenangan pusat. Kami cuma mengurus amdal saja, artinya bukan kewenangan kami," ulasnya, Senin (13/8/2018).

Menurutnya, pihak dinas belum bisa meninjau ulang izin perusahaan tersebut. Ia menilai adanya insiden di sana tetap jadi perhatian DLH. Mereka melakukan pemantauan berkala di perusahaan tersebut.

Baca: Ditaksir Seharga Rp 9 Miliar, Beginilah Penampakan Mewahnya Rumah Rossa, Bak Istana!

Sebelumnya diberitakan, ada serangkaian insiden sempat terjadi di PT.Nagamas Palm Oil di areal Pelindo Dumai. Ada sejumlah insiden terjadi dari rentang 2016 hingga 2017.

Insiden pernah terjadi pada 27 Juni 2016 silam. Saat itu muatan Crude Palm Oil (CPO) dari Tangki Timbun milik PT.Nagamas Palm oil Lestari tumpah. Akibatnya ceceran CPO menggenang di sekitar areal Pelabuhan Pokala Pelindo Dumai.

Baca: Ditaksir Seharga Rp 9 Miliar, Beginilah Penampakan Mewahnya Rumah Rossa, Bak Istana!

CPO diduga tumpah dari Tangki Timbun T5333 milik perusahaan di areal Pelindo Dumai. Ada bekas CPO tumpah di bagian belakang dinding dua tangki timbun perusahaan. Pada bagian dinding luar tangki tampak bekas menguning.

Minyak Nabati itu meluber ke arah perairan dan sempat mengenang di laut. Insiden selanjutnya terjadi saat 100 kilogram muatan CPO milik PT.Nagamas Palm Oil tumpah di laut sekitar Dermaga B Pelindo Dumai pada 25 Maret 2017. Insiden terjadi saat proses loading ke Kapal MT Ark Progress.

Baca: Ditaksir Seharga Rp 9 Miliar, Beginilah Penampakan Mewahnya Rumah Rossa, Bak Istana!

Muatan yang hendak didistribusikan ke kapal berbendera India ini tumpah dari pipa penyaluran CPO ke kapal. Selanjutnya insiden terjadi saat 10 ton Muatan Palm Oil Stearin milik PT.Nagamas Palm Oil tumpah ke laut di sekitar Pelabuhan Pelindo Dumai pada 28 Juli 2017 silam.

Tumpahan muatan berupa fraksi dari Minyak Kelapa Sawit berceceran di perairan sekitar Dermaga Pokala. Kondisi stearin yang berceceran tampak lebih padat bila dibanding Crude Palm Oil (CPO). Adanya insiden diduga mencemari laut yang ada di sekitar tumpahan strearin.

Baca: Android Pie, Ver. 9.0 Baru Bisa Diupdate di 7 Merek Hape Ini

Insiden ini jadi perhatian Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI saat itu. Pihak Manajemen PT.Nagamas Palm Oil mengaku bertanggung jawab atas insiden tersebut. Inisiden ini terjadi di areal perusahaan pengolah sawit tersebut.(fer)

Penulis: Fernando
Editor: Budi Rahmat
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help