The dream of America Bicycle Touring

Berbekal Google Map Tasman Jen Mulai Touring Sepeda 1.700 KM di Negara Paman Sam

Tasman Jen memulai tour bersepeda di Negara Paman Sam, Amerika Serikat dari Seattle ke San Francisco 1.700 Km

Berbekal Google Map Tasman Jen Mulai Touring Sepeda 1.700 KM di Negara Paman Sam
Foto Kiriman Tasman Jen
Tasman Jen saat melakukan tour sepeda di Amerika Serikat 

Tak hanya tour sepeda di sejumlah daerah di Indonesia dan di negara-negara Asia, Tasman Jen juga bersepeda di Negara Paman Sam, Amerika Serikat. Berikut kisah petualangan sepedanya dari Seattle ke San Francisco 1.700 Km yang disajikan untuk pembaca Tribunpekanbaru.com secara bersambung mulai hari ini:

BISMILLAH....

Hidup seperti berpacu dengan waktu. Saat ini, kita masih sanggup berdiri dan berjalan dari satu sudut ke sudut lain, tapi akan tiba saatnya kita tidak bisa berbuat apa-apa. Lambat atau cepat nikmat itu akan hilang dan akhirnya berhenti di satu titik akhir.

Aku tidak akan menyia-nyiakan kesempatan yang masih ada ini sampai saatnya nanti aku diberhentikan di satu titik peristirahatan. Aku syukuri nikmat sehat ini dengan menjalani bumi ciptaanNya.

Baca: Gowes Europe 2018, Tasman dan Joko Bersiap Jelajah 7 Negara Eropa Pakai Sepeda

Baca: Tafakur di Makam Tuanku Imam Bonjol, Tasman dan Pesepeda Lainnya Berhasil Tempuh 2.000 Km

Hidup juga berarti rangkaian suatu tanda titik. Banyak sekali titik-titik di bumi ini yang indah untuk dihubungkan. Dari titik-titik itulah kotemplasiku dengan sang maha pencipta dan jalan mencari jawaban juga membentang.

Jika dunia ini penuh dengan titik-titik yang runut untuk dihubungkan dan dicari keterhubungannya, mengapa harus berdiam di satu titik? Aku terpana sebuah ungkapan sang ulama Imam Syafi’i Rahimahullah tentang indahnya suatu perjalanan:

“Orang berilmu dan beradab tidak akan diam di kampung halaman. Tinggalkan negerimu dan berjalanlah ke negeri orang. Berjalanlah, kau akan dapatkan pengganti dari kerabat dan kawan. Berlelah-lelahlah, manisnya hidup terasa setelah lelah berjuang.“

Aku berharap banyak pembelajaran dari rangkaian suatu perjalanan yang penuh tanda tanya. Takut..? Iya tapi rasa takutlah yang menjadikan aku lebih dekat dengan Allah sang pelindungku. Aku ingin mencari mutiara-mutiara kebaikan yang tertanam jauh dari tempat di mana diri ini tenang bersemayam.

Yaaa... Rumah tentu saja. Tempat itu menjanjikan ketenangan dan kenyamanan kehidupan. Tapi, terlintas di benak ini, bahwa tanda tanya agung juga memberikan tantangan bagi ku untuk menyadari bahwa dalam suatu ketenangan hidup seringkali tersimpan kehidupan yang beku dan melenakan ingatan.

Hidup memang jalinan yang menawarkan pilihan-pilihan. Ke mana hati bertaut, di situlah oase bersemayam. Dalam kepalaku tertanam banyak mimpi yang bertahan untuk memuntahkan sinarnya.
Kini saatnya aku berjalan lagi merekam tradisi dan pengalaman untuk dijadikan cermin dalam sebuah bingkai rona kehidupan.

Halaman
123
Editor: harismanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved