VIDEO: Ratusan Warga Pujud Minta Sari Antoni Ditangkap, Inilah Alasanya

Dibawah terik matahari, massa aksi ini dengan lantang meminta Kapolda Riau yang baru bersama jajaranya segera menangkap Sari Anton

Laporan videografer Tribunpekanbaru.com,Aan Ramdani

TRIBUNPEKANBARU.COM,PEKANBARU - Ratusan massa aksi dari mahasiswa dan masyarakat Kecamatan Pujud Kabupaten Rokan Hilir yang tergabung dalam Mahasiswa Pejuang Rakyat Riau (MPRR) melakukan aksi unjuk rasa didepan Mapolda Riau, Senin (27/8/2018).

Dibawah terik matahari, massa aksi ini dengan lantang meminta Kapolda Riau yang baru bersama jajaranya segera menangkap Sari Antoni yang tak lain mitra masyarakat di koprasi sejahtera bersama.

"Tuntutan kita pertama adalah lanjutkan putusan praperadilan yang telah dimenangkan oleh masyarakat dan cabut SP3 yang dikeluarkan oleh Kapolda yang lama. Kemudian yang ketiga segera tangkap Sari Antoni secepat mungkin," jelas Jendral Lapangan Aksi, Azri Mahendara kepada tribunpekanbaru.com.

Baca: Meski Gagal, Tingkah Laku Lalu Zohri Tuai Apresiasi dari Warganet, Ternyata Ini yang Dilakukannya

Baca: VIDEO: Insiden Penghadangan Neno Warisman, Polda Riau Sebut Jalankan Tugas Menjaga Kamtibmas

Menurut Azri, Sari Antoni selaku mitra kerja dari masyarakat Pujud Kabupaten Rokan Hilir diduga telah melakukan penipuan dan penggelapan .

"Kalau tidak salah saya kerugian yang ditimbulkan itu sekitar 284 miliar rupiah," lanjutnya.

Ditambahkanya, persolan tersebut sesunggungnya sudah berlarut-larut sejak 2009 silam.

Dalam menyampaikan aspirasi tersebut sejumlah perwakilan massa aksi diterima untuk masuk ke Mapolda Riau. Menurutnya, hasil pertenuan dan koordinasi tersebut Polda Riau sudah mencabut SP3 yang dikeluarkan atas perkara tersebut.

"Beliau akan mengumpulkan bukti-bukti lain dan hasil-hasil audit yang lain. Titik terang sudah ada tapi kami tetap merasa kecewa karena tidak bisa berjumpa langsung dengan Kapolda saat ini. Tapi, saya yakin Kapolda dan jajaranya bisa menyelesaikan masalah ini," katanya.

Pihaknya sebagai mahasiswa dan masyarakat juga akan terus mengawal perkara tersebut hingga tuntas.

"Kami juga pastikan akan turun lagi dengan massa lebih banyak dari ini apabila perkara ini tidak berjalan lancar," jelasnya.

Setelah mendapatkan jawaban dari aspirasi-aspirasai yang disampaikan, massa aksi pun membubarkan diri dengan tertib. (*)

Penulis: Aan Ramdani
Editor: David Tobing
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved