The dream of America Bicycle Touring

Tasman Jen Menuju Seattle, Dari Kelebihan Bagasi Hingga Bolak-balik di Scanning Security Bandara

Sebulan pertama di California aku gunakan untuk latihan fisik serta penyesuaian cuaca dingin yang saat itu berkisar 10 sampai 14 derajat Celcius

Tasman Jen Menuju Seattle, Dari Kelebihan Bagasi Hingga Bolak-balik di Scanning Security Bandara
Foto/Tasman Jen
Tasman Jen sedang bersama sepedanya yang masih terbungkus dalam box di Bandara Sea Tac (Seattle–Tacoma International Airport) Amerika Serikat 

 Tasman Jen sudah berada di Amerika Serikat, tepatnya di rumah anaknya, di Martinez Bay Area. Rencananya, selama berada di Negara Paman Sam, Amerika Serikat, ia akan bersepeda. Berikut kisah petualangan sepedanya dari Seattle ke San Francisco 1.700 Km yang disajikan untuk pembaca Tribunpekanbaru.com secara bersambung:

SEBULAN sebelum hari H aku sudah berada di USA di tempat anakku Bayu, di Martinez daerah Bay Area yang cukup dingin dekat ke pantai Pasifik. Sebulan pertama di California aku gunakan untuk latihan fisik serta penyesuaian cuaca dingin yang saat itu berkisar 10 sampai 14 derajat Celcius yang cukup dingin kurasakan.

Hampir setiap hari pukul 08.00 aku keluar rumah dan jogging menuju taman rekreasi Hidden Lake Valley. Di taman ini ada danau kecil dengan view yang indah serta berbukit-bukit yang bisa memacu jantungku ke rate 160 per menit. Satwanya yang terlindung juga menjadi teman penghibur dan membuat kita tidak bosan bosannya mengitari daerah itu.

Dengan seringnya aku jogging di area tersebut aku mempunyai kenalan beberapa pengunjung. Kami saling menanyakan apabila tidak kelihatan dalam satu hari. Aku merasakan keramahan Amerika di saat itu.

Untuk menghilangkan kejenuhan, kadang-kadang aku pindah tempat ke Marina Beach atau ke Brionis State Park. Guna merasakan dinginnya hembusan pantai pasifik dan panasnya padang gurun di Bay Area California, setelah dua jam jogging aku kembali pulang.

Baca: Berbekal Google Map Tasman Jen Mulai Touring Sepeda 1.700 KM di Negara Paman Sam

Baca: Besok Meluncur di Lazada - Xiaomi Pocophone F1 Gunakan Sistem Pendingin. Ini Dia 8 Faktanya

Baca: Jadwal Ustaz Abdul Somad Hari Ini 29 Agustus di Komplek MPR RI Pukul 19.00 WIB

Track latihan fisik Tasman Jen setiap Pagi di Amerika Serikat
Track latihan fisik Tasman Jen setiap Pagi di Amerika Serikat (tasmanjen.blogspot.com)

Akhirnya waktu yang ditunggu-tunggu datang juga. Pukul 03.00, 29 Juli 2017, aku diantar Bayu dan Nina istriku ke Airport San Francisco. Aku akan berangkat dengan pesawat Alaska Air. Tiketnya sudah dibeli melalui online dengan harga US$135. Sepeda dan gear lainnya masuk boks, sehingga aku hanya membawa satu tas saja ke kabin.

Sewaktu check in Baggage yang berbentuk box/carton sepeda ini ditimbang beratnya 35 Kg. Petugas memberi tahu kelebihan begasiku 15 Kg. Menurut dia, yang diizinkan hanya 20 Kg.

Hal ini bertolak belakang dengan informasi yang ditanyakan anakku melalui telepon ke perwakilan maskapai penerbangan Alaska Air, bahwa check in Baggage untuk sport equipment boleh lebih dari 20 Kg atau 30 Kg. Tapi kenyataannya berbeda aturannya. Akhirnya aku harus bayar kelebihan senilai US$75. Ini adalah pembelajaran pertama bagiku.

Sewaktu check in Baggage yang berbentuk box/carton sepeda ini ditimbang beratnya 35 Kg. Petugas memberi tahu kelebihan begasiku 15 Kg
Sewaktu check in Baggage yang berbentuk box/carton sepeda ini ditimbang beratnya 35 Kg. Petugas memberi tahu kelebihan begasiku 15 Kg (tasmanjen.blogspot.com)

Aku dilepas anak dan istri di Bandara San Francisco. Saat ini, aku akan sendiri dan memasuki dunia yang bagiku baru dan asing sama sekali. Aku masuk pemeriksaan security ke terowongan scanning.

Rasanya aku diperiksa lebih lama dan berulang-ulang dibandingkan dari penumpang lainnya, tapi aku berusaha bersikap wajar. Dalam hati, aku agak kesal juga dengan perlakuan yang menurutku berlebihan.

Halaman
1234
Editor: harismanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved