Meranti

Polres Meranti Belum Tetapkan Tersangka Terkait Karhutla di Tanjung Peranap

Polres Kepulauan Meranti belum menetapkan tersangka terkait kasus Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Desa Tanjung Peranap

Polres Meranti Belum Tetapkan Tersangka Terkait Karhutla di Tanjung Peranap
BPBD Meranti untuk Tribun Pekanbaru
Personil dari tim gabungan melakukan pendinginan lahan yang terbakar di Desa Tanjung Peranap, Kecamatan Tebingtinggi Barat, Kamis (30/8/2018) kemarin. 

Laporan Wartawan Tribun Pekanbaru, Guruh Budi Wibowo

TRIBUNMERANTI.COM, SELATPANJANG - Kepolisian Resosr (Polres) Kepulauan Meranti belum menetapkan tersangka terkait kasus Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Desa Tanjung Peranap, Kecamatan Tebingtinggi Barat.

Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Meranti baru memeriksa lima orang saksi terkait kasus kebakaran yang terdeteksi pada Senin (27/8/2018) lalu tersebut.

"Tersangka belum kami tetapkan, masih pemeriksaan saksi. Sudah ada lima orang saksi yang kami periksa," ujar Kasat Reskrim Polres Kepulauan Meranti, AKP YE Bambang Dewanto kepada Tribunpekanbaru.com pada Jumat (7/9/2018).

Baca: Perdanya Direvisi, Wakil Rakyat Minta Bapenda Serius Tangani Pajak PJU

Baca: Bantah Pekanbaru Terbanyak PNS Terlibat Kasus Korupsi, Syamsuir: Itu Angka untuk Tiga Provinsi

Kelima saksi tersebut kata AKP YE Bambang, merupakan pemilik lahan, sempadan dan kepala desa.

Ia juga mengatakan, untuk menetapkan tersangka dalam kasus Karhutla bukan perkara mudah.

Apalagi kata AKP YE Bambang, pekerja yang disuruh mengolah lahan oleh pemiliknya telah melarikan diri.

Baca: Perangkat Perekam Data e-KTP di Kabupaten Pelalawan Banyak Rusak

Baca: Ini Penjelasan KPK Terkait PNS Terlibat Korupsi yang Statusnya Belum Diblokir

"Jika tidak tertangkap tangan, agak sulit untuk menetapkan tersangkanya. Apalagi pekerjanya telah melarikan diri," ujarnya.

Sementara, pekerja tersebut merupakan kunci bagi penyidik untuk mengungkap kasus tersebut.

Sedangkan si pemilik lahan tidak berada di tempat pada saat lahan tersebut terbakar.

"Kita tidak bisa langsung tetapkan si pemilik lahan sebagai tersangka. Apalagi, pemilik lahan dan kepala desa telah membuat kesepakatan tak akan membuka lahan dengan cara membakar. Suratnya ada kok," ujar Bambang. (*)

Penulis: Guruh Budi Wibowo
Editor: Nolpitos Hendri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved