Padang

Mayat Tanpa Identitas Mengapung di Bendungan Sungai Sirah Agam, Polisi: Kondisinya Sulit Dikenali

Penemuan Mayat Tanpa Identitas yang Mengapung di Bendungan Sungai Sirah Agam bikin warga geger. Menurut Polisi Kondisinya Sulit Dikenali

Mayat Tanpa Identitas Mengapung di Bendungan Sungai Sirah Agam, Polisi: Kondisinya Sulit Dikenali
istimewa
Petugas BPBD Agam mengevakuasi mayat tanpa identitas 

Laporan kobtributor tribunpadang.com Riki Suardi dari Padang

TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Masyarakat Durian Kapeh, Nagari Persiapan Durian Kapeh Darussalam, Kecamatan Tanjung Mutiara, Kabupaten Agam, digegerkan dengan penemuan sesosok mayat di Bendungan Sungai Sirah, Rabu (12/8/2018) sekitar pukul 17.30 WIB.

Sayangnya, hingga berita ini ditulis belum diketahui identitas dari mayat tersebut. Karena saat ditemukan, kondisi mayat yang diduga berjenis kelamin laki-laki itu sudah tidak utuh. Kini mayat tersebut sudah dievakuasi petugas BPBD Kabupaten Agam ke RSUD Lubuk Basung untuk dilakukan visum.

"Sudah kami evakuasi. Untuk identitas belum diketahui. Kini kasus penemuan mayat itu tengah ditindaklanjuti pihak kepolisian Polres Agam. Kami hanya mengevakuasi dari lokasi penemuan ke rumah sakit," kata Kabid KL BPBD Agam Wahyu Bestari kepada tribunpadang.com, Rabu malam.

Baca: Pemkab Padang Pariaman Kuliahkan 28 Mahasiswa Kurang Mampu di PNP

Penemuan mayat tanpa identitas itu, lanjutnya, pertama kali diketahui oleh warga. Menurut keterangan beberapa warga, awalnya dikira itu boneka, karena dari kejauhan terlihat seperti boneka yang mengapung di tangah bendungan. Begitu didekati, ternyata mayat manusia.

Warga pun kaget dan melaporkan pertemuan sesosok mayat tersebut ke pihak kepolisian. Setelah itu, pihak kepolisian langsung memberitahu BPBD Kabupaten Agam untuk dievakuasi. Pihak kepolisian, termasuk BPBD Agam juga menanyakan kepada warga sekitar terkait identitas mayat tersebut.

"Namun sayangnya, tak ada yang tahu. Bahkan tak satu pun ada warga yang merasa kehilangan anggota keluarganya," ujarnya. Kemudian ketika ditanya apakah mayat tersebut korban pembunuhan, ia mengaku tidak tahu.

"Kalau soal itu saya gak tahu. Kami di BPBD hanya mengevakuasi mayat tersebut ke rumah sakit. Sebaiknya tanya langsung ke polisi. Itu wewenang polisi untuk menjawabnya," ungkap Wahyu.

Baca: Cekcok Berujung Perkelahian Kades dengan Warga di Inhil, Kades Dipukul Buah Kelapa dan Digigit

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Agam Iptu Muhammad Reza dihubungi tribunpadang.com via handphone, mengatakan bahwa pihaknya masih menindaklanjuti kasus penemuan mayat tersebut, dan ia pun belum bisa berspekulasi bahwa mayat itu merupakan korban pembunuhan.

"Belum bisa kami menduga-duga itu korban penbunuhan. Sekarang masih didalami. Kami juga berharap kepada mmasyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarganya untuk melapor ke polisi. Barang kali mayat ini merupakan anggota keluarga yang hilang," harapnya.

Terkait kondisi mayat tersebut, Reza membenarkan bahwa kondisinya sudah tidak utuh lagi. Namun bagian mana yang tidak utuh, Reza enggan menjelaskan. Ia hanya menjawab bahwa mayat tersebut sudah rusak. Bahkan untuk jenis kelaminnya juga sulit dikenali.

"Kami sulit mengenali identitasnya, termasuk kelaminnya, karena bagian kelaminnya juga sudah rusak, dan itu diduga dimakan oleh hewan seperti biawak, termasuk ikan, karena penemuan mayat itu di sungai," katanya.(*)

Editor: M Iqbal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved