Berita Riau

Penyidik Tunggu Audit BPK Sidik Dugaan Tipikor Diskominfotik Riau

Dugaan tipikor ini terjadi pada kegiatan pengadaan komputer/server, alat-alat studio, komunikasi dan Implementation IOC Provinsi Riau pada dinas itu.

Penyidik Tunggu Audit BPK Sidik Dugaan Tipikor Diskominfotik Riau
Desain Tribun Pekanbaru
ilustrasi tribun 

Laporan Wartawan Tribunpekanbaru com, Ilham Yafiz

TRIBUNPEKANBARU.COM,PEKANBARU-Penyidik Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau masih menunggu audit yang dilakukan dalam perhitungan kerugian negara (PKN) dalam penyidikan perkara dugaan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Dinas Komunikasi Informasi dan Statistik (Diskominfotik) Provinsi Riau

Dugaan tipikor ini terjadi pada kegiatan pengadaan komputer/server, alat-alat studio, komunikasi dan Implementation IOC Provinsi Riau pada dinas itu.

"Audit masih dilakukan, kita masih menunggu," ujar Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasipenkum) dan Humas Kejati Riau, Muspidauan kepada Tribun, Rabu (12/9/2018).

Selain menunggu audit, penyidik diketahui juga terus mengumpulkan bukti-bukti dengan memeriksa saksi-saksi. Rabu ini diagendakan semestinya pemeriksaan dilakukan terhadap saksi Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) sekaligus Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) kegiatan yang bersumber dari APBD Riau 2016 lalu tersebut.

Saksi EY selaku PPK yang sedianya diperiksa tidak hadir karena sakit. "Dia menyampaikan ke penyidik, kalau dia lagi sakit," terang Muspidauan.

Pemanggilan terhadap EY merupakan upaya penyidik dalam proses penyidikan perkara ini. Ia menjalani pemeriksaan sebagai saksi. Penyidik akan menjadwalkan ulang proses permintaan keterangan terhadap yang bersangkutan.

"Keterangan yang bersangkutan sangat diperlukan agar perkara ini terungkap secara terang," tegasnya.

Dalam perjalanan perkara ini, Kejati Riau melalui penyidik pada Bidang Pidana Khusus (Pidsus) telah melakukan ekspos dengan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Provinsi Riau. Saat ekspos awal itu, pihak BPK sependapat dengan penyidik, bahwa terdapat penyimpangan dalam kegiatan tersebut. Hal itu sesuai Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) yang dikeluarkan BPK pada kegiatan yang dikerjakan tahun 2016 lalu itu.

Dari LHP itu, BPK menyebut bahwa ada kelebihan bayar kepada pemenang lelang senilai Rp 3,1 miliar, dalam kegiatan yang bernama pengadaan komputer/server, alat-alat studio, komunikasi dan implementation IOC Provinsi Riau.

Diketahui dalam perkara ini telah dikembalikan uang temuan BPK senilai Rp 3.1 Miliar. Pengembalian uang ini dilakukan langsung ke kas daerah saat penyidik Kejati telah menaikkan perkara dari penyelidikan ke tahap penyidikan. Naiknya proses hukum karena ditemukannya pelanggaran pidana.

Penulis: Ilham Yafiz
Editor: M Iqbal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved