Pekanbaru

Penyidik Tunggu Hasil Audit Atas Dugaan Tipikor Pembangunan Drainase Pekanbaru

Pidsus Kejari Pekanbaru terus melakukan proses penyidikan dugaan Tipikor pembangunan Drainase Jalan Soekarno Hatta, Pekanbaru.

Penyidik Tunggu Hasil Audit Atas Dugaan Tipikor Pembangunan Drainase Pekanbaru
Desain Tribun Pekanbaru
ilustrasi tribun 

Laporan Wartawan Tribunpekanbaru.com, Ilham Yafiz

TRIBUNPEKANBARU.COM,PEKANBARU-Penyidik Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Negeri (Kejari) Pekanbaru terus melakukan proses penyidikan dugaan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pembangunan Drainase Jalan Soekarno Hatta, Pekanbaru.

Proses penyidikan hingga kini masih menunggu hasil audit auditor dalam perhitungan dugaan kerugian negara. Sebelumnya penyidik telah mengantongi hasil pemeriksaan fisik bangunan oleh ahli.

"Hasil pemeriksaan fisik oleh ahli juga menjadi bahan oleh auditor, kita masih menunggu," ungkap Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasipidsus) Kejari Pekanbaru,Sri Odith Megonondo kepada Tribun, Rabu (12/9/2018).

Baca: APBD Riau 2019 Diajukan Tidak Sampai Rp10 Triliun

Sebelumnya penyidik telah meminta bantuan ahli teknik sipil dalam penilaian pengerjaan pembangunan drainase di jalan Soekarno Hatta tersebut. Drainase ini tepat berada di sepanjang jalan itu mulai dari Simpang SKA hingga persimpangan jalan Riau-Jalan Soekarno Hatta Pekanbaru.

"Hasilnya tentu diserahkan ke auditor sebagai bahan penghitungan (dugaan kerugian negara,red) juga," lanjutnya.

Dalam proses penyidikannya, penyidik telah menerima pengembalian uang senilai Rp 100 Juta dari dari Kelompok Kerja (Pokja) pembangunan Drainase Jalan Soekarno Hatta, Kota Pekanbaru.

Baca: Pemprov Sambut Upaya Bukalapak dan APPSI Angkat UMKM Masyarakat

Uang ini dikembalikan karena diduga sebagai gratifikasi. Pokja mengaku menerimanya dari seorang berinisial NI dari rekanan pengerjaan proyek

Semebtara itu, pengusutan perkara ini telah dilakukan sejak Maret 2018 lalu. Sejak itu, Kejari Pekanbaru mulai mengusut perkara tersebut dengan memanggil dan melakukan klarifikasi terhadap pihak-pihak terkait.

Korps Adhyaksa Pekanbaru meyakini adanya peristiwa pidana dalam proyek tersebut hingga akhirnya meningkatkan status perkara ke tahap penyidikan berdasarkan berdasarkan Surat Perintah Penyidikan (Sprindik) yang ditandatangani Kepala Kejari (Kajari) Pekanbaru Suripto Irianto pada pertengahan Mei 2018.

Baca: Puskesmas Sungai Apit Masuk 10 Besar Nasional

Proyek pembangunan Drainase ini bersumber dari APBD Provinsi Riau Tahun Anggaran (TA) 2016, dengan nilai pagu paket Rp 14.314.000.000.

Penulis: Ilham Yafiz
Editor: M Iqbal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help