Pekanbaru

Timbulkan Bau Tidak Sedap dan Rusak Jalan Permukiman, Kabid Kebersihan DLHK Bilang Begini

Santi berdalih tempat penampungan sampah tersebut tempat penampungan sampah tersebut hanya tempat persingahan sementara.

Timbulkan Bau Tidak Sedap dan Rusak Jalan Permukiman, Kabid Kebersihan DLHK Bilang Begini
Tribun Pekanbaru/Syaiful Misgiono
ILUSTRASI tumpukan sampah. Pengendara melintas di Jalan Satria Bukti Raya Pekanbaru, Minggu (19/8/2018). Warga mengaku sudah dua hari tumpukan sampah di pinggir ruas jalan tersebut tak kunjung diangkut. 

Laporan wartawan Tribun Pekanbaru, Syaiful Misgiono

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Meski mendapat penolakan dari masyarakat, namun Kepala Bidang (Kabid) Persampahan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Pekanbaru, Santi pasang badan terkait persoalan tempat penampungan sampah sementara di Jalan Garuda, Tampan.

Santi berdalih tempat penampungan sampah tersebut tempat penampungan sampah tersebut hanya tempat persingahan sementara. Sampah yang diangkut dari titik di pinggir jalan diangkut dengan menggunakan mobil pick up. Lalu ditumpuk di lokasi tersebut dan hari itu juga langsung di bawa ke TPA Muara Fajar.

"Sampah tidak ditimbun disana. Sampah dikumpulkan disana, hari itu juga langsung diangkat. Tidak ada sampah yang menginap disana. Jadi tidak ada masalah, kecuali sampah itu bermalam pasti ada sedikit mengeluarkan bau, di sanakan sampah tidak bermalam. Diangkut pakai mobil pick up ke sana, kemudian dimasukkan ke dalam mobil fuso lansung di bawa ke TPA. Jadi tidak bermalam disana," katanya.

Santi juga mengklaim bahwa tempat penampungan sampah sementara tersebut sudah mendapatkan izin dari warga yang ada disepadan dan ketua RT setempat.

"Itu sudah ada izinnya dari sepadan sama RT," ujarnya.

Sebelumnya, Ketua RT 05 Kelurahan Tobek Godang, Kecamatan Tampan Noviral membenarkan adanya lahan kosong di wilayahnya yang dijadikan tempat penampungan sampah. Namun Ia mengaku tidak pernah diberitahu terkait keberadaan tempat penampungan sampah tersebut.

"Tidak ada izin ke kami. Saya sudah telepon pak lurah juga tidak ada izinya," katanya, Rabu (12/9/2018).

Pihaknya mengaku sudah mendatangi lokasi tempat penampungan sampah sementara tersebut dan menyampaikan keberatan. Namun belum ada jawaban dari pihak perusahaan, sebab yang ada dilokasi tempat penampungan sampah tersebut hanya pekerja lapangan saja.

"Beberapa hari yang lalu kami sudah ke lokasi. Dan kami atas nama warga sekitar menyampaikan keberatan dengan keberadaan tempat pembuangan sampah itu," katanya.

Halaman
123
Penulis: Syaiful Misgio
Editor: M Iqbal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved