Kampar

‎TP2GP Minta Kisah Perjuangan Fisik Mahmud Marzuki

Persyaratan untuk menganugerahkan Almarhum Mahmud Marzuki sebagai Pahlawan Nasional terus dilengkapi.

‎TP2GP Minta Kisah Perjuangan Fisik Mahmud Marzuki
Tribun Pekanbaru/Fernando Sihombing
Dua lukisan yang menggambarkan sikap heroik Mahmud Marzuki di Kampar 

Laporan Wartawan Tribunpekanbaru.com, Fernando Sihombing

TRIBUNPEKANBARU.COM, BANGKINANG - Persyaratan untuk menganugerahkan Almarhum Mahmud Marzuki sebagai Pahlawan Nasional terus dilengkapi. Terakhir, Tim Peneliti dan Pengkaji Gelar Pusat (TP2GP) meminta kisah perjuangan fisik.

Persyaratan yang diminta tentang gambaran perlawanan Mahmud kepada penjajah secara fisik.

Baca: VIDEO: Jelang Pendaftaran CPNS, Masyarakat Padati Pelayanan SKCK Polresta Pekanbaru

Ketua TP2GD Riau, Azaly Djohan mengatakan, kisah perjuangan yang diminta di samping kegiatan-kegiatan Mahmud mengusir penjajah.

"TP2GP meminta riwayat tentang perjuangan fisik beliau di samping ditangkap oleh tentara Jepang," ungkap Azaly, Rabu (12/9/2018).

Ia mengatakan, perjuangan fisik Mahmud sedang disusun menjadi sebuah cerita berdasarkan fakta-fakta sejarah.

Baca: Jangan Lupa Live Streaming Ceramah Ustaz Abdul Somad Bada Ashar Rabu Ini

Pihaknya telah berkoordinasi dengan tim di Kampar.

"Sekarang lagi dicetak," katanya. Berkas akan dikirim ke Jakarta, Kamis (13/9), kalau sudah selesai disusun.

Sebelumnya, Azaly menyebutkan, kisah perjuangan Mahmud sudah diserahkan. Seperti kegiatan-kegiatan perjuangan Mahmud setelah pulang kuliah dari India. Ia mengakui, perjuangan fisik mungkin kurang maksimal digali.

Meski begitu, kata Azaly, persyaratan secara umum telah dilengkapi. Menurut dia, poin-poin persyaratan mengacu pada aturan yang ada. Berkas persyaratan awalnya diserahkan ke Kementerian Sosial dan diproses melalui TP2GP.

Azaly tetap optimis Mahmud akan dianugerahkan sebagai Pahlawan Nasional pada tahun ini. Apalagi Tim TP2GP sudah turun memvalidasi persyaratan dan meninjau langsung peninggalan sejarah Mahmud di Kampar.

Baca: Pemda Pelalawan Anggarkan Pembayaran Dana Eskalasi Rp 16,8 M Berdasarkan Putusan MA

Menurut dia, ada beberapa nama di Riau yang sudah diusulkan. Ada juga yang belum bisa diusulkan karena masih perlu kajian untuk menambah referensi yang dapat melengkapi persyaratan.

"Seperti Mahmud Marzuki ini, kan, sudah melalui tahapan. Sudah diseminarkan dari daerah sampai ke nasional. Hasil seminar inilah yang disampaikan (ke Kementerian Sosial)," pungkas Azaly.

Seorang budayawan Kampar, Abdul Latief Hasyim membuat lukisan yang menggambarkan perjuangan fisik Mahmud. Latief mengaku, lukisan itu dibuatnya untuk memenuhi permintaan dari TP2GP melalui TP2GD Riau. (*)

Penulis: Fernando Sihombing
Editor: Ariestia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved