Kepulauan Meranti

Keluhan Pihak SMP Negeri 5 Tebingtinggi Tak Kunjung Ditindaklanjuti Kelurahan

Wakil Kepala SMP Negeri 5 Tebingtinggi, Drs Poniman pernah menyampaikan ke kelurahan terkait pengeras suara rumah walrt, namun tak ditindaklanjuti

Keluhan Pihak SMP Negeri 5 Tebingtinggi Tak Kunjung Ditindaklanjuti Kelurahan
Tribun Pekanbaru/Guruh Budi Wibowo
Pengeras Suara Rumah Walet Ganggu Proses Belajar Siswa SMPN 5 Tebingtinggi 

Laporan Wartawan Tribun Pekanbaru: Guruh Budi Wibowo

TRIBUNMERANTI.COM, SELATPANJANG - Wakil Kepala SMP Negeri 5 Tebingtinggi, Drs Poniman kepada Tribunpekanbaru.com pada Jumat (14/9/2018) menyebutkan, terkait suara dari penangkar walet ini sudah pernah disampaikan ke kelurahan, namun tak kunjung ditindaklanjuti.

Selain ke kelurahan, pihak sekolah juga pernah minta kepada pengelola penangkar walet agar tidak menghidupkan pengeras suara pada saat jam mengajar, namun ditolak.

"Mereka berdalih tidak punya kewenangan, mereka hanya bekerja saja. Pemiliknya ada Tanjung Balai Karimun dan daerah Kepri lainnya," ujar Poniman, Jumat (14/9/2018).

Baca: KPK Periksa Kepala Bappeda Bengkalis di Brimobda Polda Riau

Baca: Ranperda CSR Dibahas, Ini yang Harus Dilakukan Pemko kepada Perusahaan

Padahal kata Poniman, sekolah mereka terlebih dahulu berdiri di lokasi itu.

Jauh sebelum penangkar walet memulai usahanya di Jalan Ibrahim, Kelurahan Selatpanjang.

"Dulu sekolah ini lokal jauh, berdiri pada 2001 lalu. Kemudian berdiri sendiri setahun kemudian. Saat itu tak ada penangkar walet di sekitar sini," ujar Poniman.

Bisingnya pengeras suara penangkar walet juga diakui oleh guru kelas VII, Azrina.

Menurut Azrina, lantaran suara-suara berisik tersebut, murid-muridnya tidak konsentrasi dalam belajar.

Baca: Viral, Seorang Bayi Meregang Nyawa Akibat Asap Rokok Ayah dan Kakak, Ini Kronologinya

Baca: Pengeras Suara Rumah Walet Ganggu Proses Belajar Siswa SMPN 5 Tebingtinggi

Padahal, untuk menyerap ilmu yang disampikan guru, murid butuh lingkungan yang tenang dan nyaman.

"Bagaimana ilmunya mau nyangkut, jika berisik seperti itu," ujarnya.

Keluhan yang sama juga diungkapkan oleh sejumlah murid SMPN 5 Tebingtinggi.

M Ilham misalnya, siswa kelas IX ini berharap agar pemerintah segera menertibkan pengeras suara yang bersumber dari bangunan walet.

"Kami jadi tak bisa konsentrasi, tolonglah pak. Kami butuh lingkungan yang nyaman," ujar M Ilham. (*)

Penulis: Guruh Budi Wibowo
Editor: Nolpitos Hendri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved