Berita Riau

Kisah Intan Si Anak Gajah yang Terperangkap Jeratan Babi Hutan, Alami Diare dan Tubuh Makin Kurus

Kabar mengenai anak gajah yang terperangkap jeratan babi hutan disampaikan masyarakat lewat layanan call center pada 23 Agustus 2018

Kisah Intan Si Anak Gajah yang Terperangkap Jeratan Babi Hutan, Alami Diare dan Tubuh Makin Kurus
Istimewa
Tim Balai Besar KSDA Riau melakukan evakuasi terhadap anak gajah Sumatera liar (Elephas maximus sumatranus) yang terjerat dalam jeratan babi hutan di kebun masyarakat sekitar areal konsesi HTI PT RAPP wilayah Mandau Kabupaten Siak, Kamis (13/9/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Pekanbaru: Rizky Armanda

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Kabar mengenai anak gajah yang terperangkap jeratan babi hutan disampaikan masyarakta lewat layanan call center pada 23 Agustus 2018.

Anak Gajah Sumatera (Elephas Maximus Sumatranus) itu terperangkap dalam jeratan babi hutan di kebun masyarakat sekitar areal konsesi HTI PT RAPP wilayah Mandau, Kabupaten Siak.

Mendapati informasi, tim dari Balai Besar Konservasi dan Sumber Daya Alam (BBKSDA) langsung dikerahkan ke lokasi.

Pada hari itu juga, tim melakukan upaya pembebasan terhadap anak gajah malang itu.

Baca: Evakuasi Anak Gajah yang Terkena Jerat Babi Liar, Kakinya Luka dan Ditinggal Kelompoknya

Alhasil, setelah berhasil dilepaskan dari jeratan, tim memberikan pengobatan pada kaki kanan anak gajah yang terluka akibat kena jeratan tersebut.

"Setelah pengobatan, anak gajah dilepaskan kembali di lokasi semula dengan harapan dapat bergabung dengan kelompoknya. Namun selama dua minggu pengamatan, anak gajah hanya berputar putar di lokasi semula, sementara kelompoknya telah berada di lokasi lain dengan perkiraan jarak 57 km dari keberadaan anak gajah yang tertinggal," kata Kepala BBKSDA Riau, Suharyono, Jumat (14/9/2018).

Berdasarkan laporan petugas yg mengamati keberadaan anak gajah tersebut dipaparkan Suharyono, berat badan satwa liar tersebut diketahui makin menurun.

Baca: VIDEO: Siap-siap Pemprov Riau Segera Kejar Kendaraan Penunggak Pajak

Gajah kecil itu juga mengalami diare, yang dapat terlihat dari kotorannya. Dikhawatirkan anak gajah akan semakin memburuk kondisinya.

"Mempertimbangkan kondisi anak gajah itu, melalui rapat internal BBKSDA Riau tanggal 12 September 2018, akhirnya diputuskan untuk segera mengevakuasi dan membawa anak gajah tersebut ke PLG Riau di Minas untuk pengobatan dan perawatan lebih lanjut," sebut Kepala BBKSDA Riau lagi.

Tim evakuasi dan pengobatan yg dikoordinir Kepala Bidang KSDA Wilayah II, Heru Sutmantoro dengan didampingi drh. Rini Deswita, drh. Danang dan dibantu seorang dokter hewan dari Yayasan Asyari, drh. Dita serta beberapa perawat satwa, mahout, PEH, Polhut dan personil RAPP, dengan menggunakan seekor gajah binaan bernama Indah, terhadap anak gajah tersebut dilakukan proses penggiringan.

Akhirnya tepat pukul 17.00 WIB, anak gajah bisa dinaikkan ke atas truk. Evakuasi berjalan lancar. Anak gajah tiba di Pusat Latihan Gajah Riau di Minas pada pukul 21.00 WIB.

Baca: Alumnus dan Mahasiswa UIR Laporkan Akun Facebook EO ke Mapolda

Terkait hal ini, Suharyono menyampaikan apresiasinya terhadap tim yang telah bekerja keras dengan hasil maksimal dalam upaya penyelamatan terhadap anak gajah tersebut.

Tim Balai Besar KSDA Riau melakukan evakuasi terhadap anak gajah Sumatera liar (Elephas maximus sumatranus) yang terjerat dalam jeratan babi hutan di kebun masyarakat sekitar areal konsesi HTI PT RAPP wilayah Mandau Kab. Siak, Kamis (13/9/2018).
Tim Balai Besar KSDA Riau melakukan evakuasi terhadap anak gajah Sumatera liar (Elephas maximus sumatranus) yang terjerat dalam jeratan babi hutan di kebun masyarakat sekitar areal konsesi HTI PT RAPP wilayah Mandau Kab. Siak, Kamis (13/9/2018). (Istimewa)

"Kepada seluruh pihak yang telah membantu kelancaran evakuasi anak gajah tersebut, saya ucapkan terimakasih," ujar dia.

Selanjutnya ditambahkan Suharyono, tim melakukan perawatan intensif lanjutan terhadap anak gajah yang diberi nama Intan itu di PLG Riau di Minas untuk memulihkan kesehatannya. (*)

Penulis: Rizky Armanda
Editor: Ariestia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved