Kepulauan Meranti

Pengeras Suara Rumah Walet Ganggu Proses Belajar Siswa SMPN 5 Tebingtinggi

Pengeras suara rumah burung walet di Tebing Tinggi Kabupaten Kepulauan Meranti mengganggu proses belajar siswa SMP Negeri 5 Tebingtinggi

Pengeras Suara Rumah Walet Ganggu Proses Belajar Siswa SMPN 5 Tebingtinggi
Tribun Pekanbaru/Guruh Budi Wibowo
Pengeras Suara Rumah Walet Ganggu Proses Belajar Siswa SMPN 5 Tebingtinggi 

Laporan Wartawan Tribun Pekanbaru: Guruh Budi Wibowo

TRIBUNMERANTI.COM, SELATPANJANG - Pengeras suara rumah burung walet di Tebing Tinggi Kabupaten Kepulauan Meranti mengganggu proses belajar siswa SMP Negeri 5 Tebingtinggi.

Sekolah seharusnya menjadi tempat yang paling nyaman bagi anak-anak untuk menyerap ilmu.

Namun tidak bagi murid-murid di SMPN 5 Tebingtinggi, Kepulauan Meranti.

Baca: PSPS Bagus di Laga Kandang, Persik dalam Trend Positif

Baca: FOTO: Harga Pupuk Urea Tinggi, Petani di Kartama Terpaksa Naikkan Harga Sayur

Setiap harinya, proses belajar mengajar di sekolah yang berada di Jalan Ibrahim, Kelurahan Selatpanjang Selatan, Kecamatan Tebingtinggi ini diganggu oleh suara berisik yang bersumber dari pengeras suara rumah penangkar walet.

Ternyata tidak hanya satu penangkar saja di lokasi tersebut, bahkan mencapai belasan ruko yang menjadi tempat tangkar walet oleh warga setempat.

Pantauan Tribun Pekanbaru.com, Jumat (14/9/2018), belasan ruko penangkar walet tersebut berada hampir di segala sisi sekolah.

Praktis, sekolah tersebut seperti dikepung dengan ruko tangkar walet.

Baca: FOTO: Petugas DLHK Cabut Pelepah Pohon di Median Jalan Sudirman Pekanbaru

Baca: FOTO: Mobil Pelayanan PBB Bapenda Pekanbaru

"Ya beginilah nasib sekolah kami. Suara-suara berisik itu lah yang kami dengar setiap hari. Sejak proses belajar mengajar dimulai, hingga jam sekolah berakhir," ujar Wakil Kepala SMPN 5 Tebingtinggi, Drs Poniman.

Poniman mengatakan, jarak antara sekolah dengan ruko-ruko tangkar walet tidak begitu jauh, hanya belasan meter saja.

Sebab itu kata dia, suaranya sangat menggangu kegiatan belajar mengajar di kelas.

"Murid dan guru tidak bisa lagi fokus dengan pelajaran, apalagi pada ujian. Meskipun ujian, mereka tetap hidupkan suara-suara berisik itu pakai pengeras suara," ujarnya. (*)

Penulis: Guruh Budi Wibowo
Editor: Nolpitos Hendri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help