Vampire Facial Dianggap Bisa Tularkan Hepatitis dan HIV, Klien di New Mexico Diminta Periksa Darah

Sesuai julukan 'vampire' ternyata perawatan kecantikan ini juga membawa risiko mengerikan.

Vampire Facial Dianggap Bisa Tularkan Hepatitis dan HIV, Klien di New Mexico Diminta Periksa Darah
Instagram/Kim Kardashian
Kim Kardashian mempopulerkan Vampire Facial pada 2013 lalu di akun media sosialnya. 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Perawatan wajah menggunakan darah memjadi populer beberapa tahun belakangan.

Perawatan itu diklaim dapat membentuk kulit wajah menjadi mulus dan segar.

Namun sesuai julukan 'vampire' ternyata perawatan kecantikan ini juga membawa dampak mengerikan.

Pada 10 September 2018, Departemen Kesehatan New Mexico (NMDOH) di Albuquerque, Amerika Serikat mengeluarkan peringatan.

Badan tersebut menyarankan siapapun yang pernah melakukan vampire facial untuk segera memeriksakan diri, termasuh darah mereka.

Baca: Jadwal & Link Streaming Piala Asia U16: Kick Off Mulai 20 September, Ini Calon Lawan Timnas U16

Sebab darah mereka dikhawatirkan tertular penyakit.

Peringatan itu dikeluarkan menyusul inspeksi terhadap VIP Spa pada 7 September, lapor Newsweek. Bahkan klinik tersebut ditutup.

Hasilnya, ditemukan praktik perawatan kecantikan di klinik itu berpotensi menyebarkan infeksi penyakit lewat darah.

Tak tanggung-tanggung, penyakit tersebut sangat berbahaya, mulai dari Hepatitis hingga HIV.

Apa sebenarnya vampire facial?

Halaman
12
Penulis: Ariestia
Editor: Ariestia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved