Dermaga Pulau Muda Memprihatinkan, DPRD Pelalawan Desak Dishub Kaji Lokasi Pelabuhan Denitif

Kondisi dermaga penumpang di Desa Pulau Muda Kecamatan Teluk Meranti yang memprihatinkan mendapat sorotan dari anggota DPRD Pelalawan.

Dermaga Pulau Muda Memprihatinkan, DPRD Pelalawan Desak Dishub Kaji Lokasi Pelabuhan Denitif
Tribun Pekanbaru/Johannes Tanjung
Kondisi Pelabuhan penumpang di Desa Pulau Muda Kecamatan Teluk Meranti Kabupaten Pelalawan cukup memprihatinkan. Warga harus berjalan diatas lumpur sejauh 30 meter untuk naik kd speedboat. 

Laporan wartawan tribunpelalawan.com, Johannes Wowor Tanjung

TRIBUNPELALAWAN.COM, TELUK MERANTI - Kondisi dermaga penumpang di Desa Pulau Muda Kecamatan Teluk Meranti yang memprihatinkan empat bulan terakhir ini, mendapat sorotan dari anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah) (DPRD) Pelalawan.

Anggota DPRD Pelalawan dari Daerah Pemilihan (Dapil) II, Nazarudin Arnazh menyatakan, dermaga penumpang Desa Pulau Muda memang cukup membuat miris.

Baca: Luncurkan 3 Smartphone Baru, Apple Malah Tarik 3 Seri iPhone Ini, Termasuk iPhone X?

Penumpang harus bersusah payah turun ke tepi sungai yang berlumpur agar bisa naik ke atas speedboat. Hal ini dirasakan penumpang dari Pulau Muda ke Penyalai Kecamatan Kuala Kamar, maupun sebaliknya.

"Saya dan keluarga sudah merasakan langsung bagaimana kondisi dermaga disana. Karena kampung istri saya di Penyalai, pasti lewat Pulau Muda kalau ke rumah mertua," beber Nazaruddin Arnazh kepada tribunpelalawan.com, Minggu (16/9/2018).

Dijelaskannya, ia terpaksa menggulung celana untuk menapaki lumpur saat menaiki speedboat penumpang, sambil menggendong anaknya serta membawa barang.

Demikian dengan istrinya yang sama-sama membawa beban serupa saat menyusuri pantai berlumpur.

Baca: VIDEO: Bupati Inhu Yopi Arianto Inisiasi Gerakan Shalat Subuh Berjamaah di 14 Kecamatan

Politisi Partai PAN Pelalawan ini mengakui, dermaga yang saat ini difungsikan memang tidak representatif untuk dijadikan pelabuhan defenitif.

Melihat kondisi alam dan posisi geografisnya yang tingkat abrasinya sangat tinggi.

Terlebih lagi pengaruh gelombang Ombak Bono Sungai Kampar yang melintasi dermaga.

"Memang harus dikaji betul-betul sebelum dibangun pelabuhan defenitif. Kita sudah berkoordinasi dengan pemda untuk hal itu," tandas anggota Komisi I DPRD ini.

Anggota dewan lainnya, Said Mashudi, mengutarakan keluhan serupa. Politisi Partai Golkar ini memang putra asli Kuala Kampar yang jika pulang kampung harus melalui Pulau Muda.

Baca: Jadwal Pemadaman Listrik PLN Area Pekanbaru 17 Hingga 21 September 2019. Ada Perbaikan Jaringan

Jika keadaan dermaga sangat parah, terpaksa dirinya memilih lewat jalur pelabuhan Buton Kabupaten Siak.

"Tahun 2019 akan kita perjuangan anggaran pembangunan pelabuhan defenitif. Lokasinya akan ditentukan bersama. Agar masyarakay lebih nyaman sekaligus aman dalam menggunakan transportasi air Sungai Kampar," beber anggota Komisi III DPRD ini. (*)

Penulis: johanes
Editor: Ariestia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help