Dumai

Diduga Pekerja Hiburan Malam Tak Kantongi KTP, Satpol PP Dumai Bakal Razia Sejumlah Kos Kosan

Ada dugaan sejumlah rumah kos jadi tempat pekerja hiburan malam. Pihak Satpol PP Dumai menduga kuat sebagian pekerja tidak mengantongi KTP

Diduga Pekerja Hiburan Malam Tak Kantongi KTP, Satpol PP Dumai Bakal Razia Sejumlah Kos Kosan
Tribun Pekanbaru/Fernando Sikumbang
Personel Satpol PP Dumai tampak memperlihatkan satu minuman alkohol tanpa izin di sebuah tempat hiburan malam di Kota Dumai. Pengelola tidak dapat memperlihatkan izin menjual minuman alkohol. 

Laporan Wartawan Tribundumai.com, Fernando Sikumbang

TRIBUNDUMAI.COM,DUMAI- Tim razia KTP di Kota Dumai tidak hanya menyasar sejumlah titik keramaian dan jalan protokol. Mereka berencana melakukan razia di sejumlah rumah kos.

Ada dugaan sejumlah rumah kos jadi tempat pekerja hiburan malam. Pihak Satpol PP Dumai menduga kuat sebagian pekerja tidak mengantongi identitas seperti KTP.

Tim juga menyasar mereka yang sudah lama berdomisili di Kota Dumai. Pemeriksaan juga terhadap pendatang yang baru saja pindah ke Kota Pelabuhan ini.

Baca: BKN Pekanbaru Kembali Gelar Simulasi CAT CPNS 2018 pada 19/9/2018, Silahkan Daftar Disini

Baca: Besok Malam, Gubernur Riau akan Buka Iven Balap Sepeda Tour de Siak 2018

Baca: Jaksa Kembalikan Berkas Dugaan Tipikor Dana Hibah Pemkab Bengkalis 2012

Kepal Satpol PP Dumai, Bambang Wardoyo mengimbau agar para pendatang mesti melapor lebih dulu kepada RT setempat.

Mereka mesti mengantongi e KTP asal sebagai identitas diri. KTP elektronik sangat penting bagi keperluan administrasi.

"Jadi kami dapat informasi seperti itu. Ya bakal kami razia juga kos kosan yang ada di sejumlah titik," tegas Bambang kepada Tribun, Minggu (16/9/2018).

Menurutnya, pihak Satpol PP Dumai bersama unsur terkait berencana menggelar razia KTP mulai, Senin (17/9/2018) besok.

Mereka mencegah adanya pendatang liar atau warga tanpa identitas kependudukan. Razia ini bertujuan untuk menertibkan identitas kependudukan masyarakat. Tim berencana menertibkan masyarakat yang tidak punya identitas jelas.

Baca: Harga Kebutuhan Pokok Mulai Merangkak Naik, Ikan Gurami Rp 32 Ribu per Kilogram

Baca: Tindaklanjuti Rencana Pengurangan THL, BKP SDM segera Kirim Surat ke Kepala OPD

Baca: KPU Kampar Tunggu Edaran KPU RI Terkait Bacaleg Mantan Koruptor

Mereka yang tidak membawa KTP akan dikenakan sanksi sesuai Peraturan Daerah No.6 tahun 2007 tentang penyelenggaraan Pendaftaran Penduduk dan Pencatatan Sipil, sanksi yang diberikan berupa denda.

Bambang mengimbau masyarakat untuk membawa kartu identitas atau e KTP saat bepergian. Razia ini adalah rangkaian operasi yustisi di Kota Dumai.

Pihak Satpol PP bersama unsur terkait bakal meningkatkan pengawasan. Razia ini bergulir hingga 21 September 2018 mendatang.

Baca: Resmi Didukung Forum Ijtima Ulama II, Ini Kata Prabowo Usai Tanda Tangani Pakta Integritas

Baca: KPU Rohul Hapus 746 Pemilih Ganda di DPT Pemilu 2019

Baca: iPhone Baru yang Paling Murahpun Harganya Masih Tinggi Dibandingkan Flagship Xiaomi

Razia ini menyasar sejumlah titik aktivitas publik. Di antaranya jalan raya hingga titik keramaian di Kota Dumai.

Operasi ini fokus menindak warga tanpa kartu identitas. Tim dari Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Dumai, Dinas Sosial Dumai serta unsur TNI dan Polri di Dumai terlibat dalam operasi ini.

"Kami juga mencegah datangnya pelarian pelaku kejahatan. Serta mencegah datangnya gelandangan dan pengemis atau gepeng," tegas pria berkumis.(*)

Penulis: Fernando
Editor: CandraDani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help