Pilpres 2019

KPU Rohul Hapus 746 Pemilih Ganda di DPT Pemilu 2019

KPU Rohul telah menghapus sebanyak 746 data pemilih ganda dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pemilihan Umum (Pemilu) 2019

KPU Rohul Hapus 746 Pemilih Ganda di DPT Pemilu 2019
Tribun Pekanbaru/Ilustrasi
Pemilu Serentak 2019 

Laporan Wartawan Tribunrohul.com, Donny Kusuma Putra

TRIBUNROHUL.COM, PASIRPANGARAIAN - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Rokan Hulu (Rohul) telah menghapus sebanyak 746 data pemilih ganda dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pemilihan Umum (Pemilu) 2019.

Pemilih tersebut akan digunakan untuk Pemilu serentak 2019, baik pemilihan kepala daerah maupun Pemilu Presiden (Pilpres) 2019 dan Pemilu Legislatif (Pileg) 2019.

Kepastian telah di hapusnya data ganda dalam DPT Pemilu 2019 di Kabupaten Rohul, disampaikan Ketua KPU Rohul Fahrizal, saat sosialisasi kampanye dan bimtek aplikasi laporan dana kampanye Pemilu 2019 pada Sabtu (15/9/2018) di Pasirpengaraian.

Baca: iPhone Baru yang Paling Murahpun Harganya Masih Tinggi Dibandingkan Flagship Xiaomi

Baca: Bupati Rohul Kukuhkan Pengurus IPR Yogyakarta Komisariat Rohul

Fahrizal menjelaskan, Kronologis Pembersihan Data Ganda pada DPT Pemilu 2019 tersebut setelah adanya rekomendasi dari Bawaslu RI kepada KPU RI terkait masih banyaknya ditemui Data Ganda Pada Pemilu 2019 di seluruh indonesia.

Atas dasar rekomendasi tersebut, tambah Fahrizal, KPU RI kemudian memerintahkan KPU Provinsi dan kabupaten kota, untuk menelisik kembali adanya data ganda dalam DPT di daerah masing-masing dengan bekerjasama dengan Bawaslu setempat.

Diakuinya, dari rekoemdasi Bawaslu tersebut, di Rohul terdapat 1.218 data ganda, yang harus di lakukan pencermatan dan verivikasi ulang.

"Kita sudah lakukan verifikasi faktual. tidak hanya berdasarkan rekomendasi Bawaslu, kita juga melakukan pengecekan kembali melalui Sidalih, dan memang dari Sidalih kita juga temukan data ganda itu," Katanya.

Lebih lanjut dijelaskanya, Data ganda yang ditemukan Bawaslu umumnya data ganda berdasarkan data ganda antar TPS. Sementara melalui pengecekan kembali, KPU malah menemukan data ganda itu terjadi antar desa, antar kecamatan di dalam kabupaten.

Baca: Inilah 17 Poin Isi Pakta Integritas yang Disepakati Forum Ijtima Ulama II dan Prabowo Subianto

Baca: Jalin Silaturahmi dan Kekompakan Antar Anggota, TSC Chapter Kota Pekanbaru Touring ke Kelok 9

"Kemungkinan data ganda itu disebabkan perpindahan penduduk, dimana penduduk tersebut terdata di dua lokasi, yakni lokasi lama dan lokasi baru. kedua, disebabkan penduduk yang merekam e-KTP dua kali, namun masih masuk dalam Daftar penduduk potensial pemilih (DP4), yang diterbitkan Disdukcapil," jelasnya.

Dengan telah dibersihkanya data ganda dalam DPT pemilu 2019 tersebut, maka jumlah Pemilih Pemilu 2019 di Rohul berkurang dari awalnya 311. 171 menjadi 310.425 pemilih.

"Kita sudah plenokan kembali dan tetapkan Daftar Pemilih Tetap Hasil Perbaikan (DPTHP) serta sudah kami sampaikan ke KPU Provinsi," Ucapnya.

Saay disinggung mengapa penetapan DPT Pemilu di Rohul tidak clear saat penetapan DPT, Fahrizal menyatakan, KPU Memiliki keterbatasan dalam memastikan identitas seseorang, meski mengatahui terdapat data ganda dalam DPT, KPU tidak dapat langsung mencoret pemilih ganda tersebut karena bisa berakibat pidana.

Baca: Jalan Hangtuah Ujung yang Longsor Tak Kunjung Diperbaiki, Kadis Diminta PU Mundur

Baca: BKN Regional XII Gelar Simulasi CAT CPNS 2018, Peserta Mengaku Grogi tapi Bisa Paham Strategi

"KPU tidak boleh menghilangkan hak seseorang dalam pemilu karena itu akan berdampak pidana. untuk itu kita meminta KPU RI juga harus ada ketegasan, jika alamat seseorang itu misalkan di A, ya hendaknya dia juga harus memilih di A ndak bisa dia memilih di daerah lain," pungkasnya. (*)

Penulis: Donny Kusuma Putra
Editor: Nolpitos Hendri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help