Pekanbaru

Pemilik Warung Kopi di Pekanbaru Terancam Hukuman Penjara 10 Tahun karena Masalah Ini

Seorang pemilik kedai Kopi di Pekanbaru terancam dihukum pencara karena masalah ini. kasusunya sudah disidangkan di PN Pekanbaru

Pemilik Warung Kopi di Pekanbaru Terancam Hukuman Penjara 10 Tahun karena Masalah Ini
tcooklaw.com
Ilustrasi 

Laporan Wartawan Tribunpekanbaru.com, Ilham Yafiz

TRIBUNPEKANBARU.COM,PEKANBARU-Seorang pemilik warung kopi di Pekanbaru terjerat kasus perjudian. M.Yusuf, pemilik kopi ini terancam hukuman sepuluh tahun penjara.

Perkaranya kini sudah masuk ke ranah persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Pekanbaru.

Baca: Chevron Sebut Pipa Gas Ukuran 10 Inchi Alami Kebocoran di Bengkalis, Belum Terima Laporan Korban

Perkara ini diungkap Unit Judisila Satreskrim Polresta Pekanbaru berdasarkan informasi dari masyarakat.

Dalam informasi itu disebutkan adanya aktifitas perjudian toto gelap (togel) di kedai kopi yang beralamat di Jalan Jenderal Sudirman Pekanbaru. Menganggapi informasi itu, petugas lalu melakukan penyelidikan.

Setelah memastikan kebenaran informasi, pada Rabu (30/5/2018) sekitar pukul 12.00 WIB, polisi kemudian melakukan penggerebekan dan mengamankan pemilik kedai Muhammad Yusuf.

Baca: BREAKING NEWS: Pipa Gas Milik PT Chevron Bocor dan Terbakar di Jalan Lintas Duri-Pekanbaru 

Sejumlah barang bukti turut disita, diantaranya uang tunai sebesar Rp 915.000, tiga lembar kertas berisikan angka pesanan dan satu unit Handphone merek Samsung milik terdakwa.

Setelah melalui rangkaian penyidikan, Muhammad Yusuf akhirnya ditetapkan sebagai tersangka, hingga perkaranya bergulir ke persidangan.

Baca: Pipa Gas Chevron Bocor dan Terbakar, Sempat Terjadi Kemacetan di Jalan Duri-Pekanbaru

"Persidangan telah masuk ke tahap pembuktian," ujar Budi Darmawan selaku Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada Kejaksaan Negeri (Kejari) Pekanbaru, saat dihubungi Tribun, Minggu (16/9/2018).

Sejumlah saksi telah dihadirkan, dan barang bukti telah diperlihatkan di persidangan. M.Yusuf didakwa dengan Pasal 303 ayat (1) ke-1, jo Pasal 303 ayat (1) ke-2 KUHP.

Dimana dalam aturan itu diketahui ancaman hukuman mencapai 10 tahun penjara dan denda maksimal Rp 25 juta.

"Agenda sidang berikutnya pembacaan tuntutan. Jika tidak ada halangan, senin ini digelar," tegasnya.(*)

Penulis: Ilham Yafiz
Editor: Budi Rahmat
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help