Riau

Polisi Maksimalkan Pengumpulan Fakta Dugaan Penggelapan Panen Sawit Masyarakat Rohil

Polisi di Polda Riau memaksimalkan pengumpulan fakta dugaan penggelapan panen sawit masyarakat Rokan Hilir (Rohil)

Polisi Maksimalkan Pengumpulan Fakta Dugaan Penggelapan Panen Sawit Masyarakat Rohil
kabarsawit.files.wordpress.com
Menurut Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Riau, Prof Dr Ir Tengku Dahril M.Sc, hasil riset, cangkang kelapa sawit bila ditembak gelombang mikro akan hasilkan panas 3.000 derajat celcius. Panas ini potensial sebagai pembangkit listrik. Limbah cair kelapa sawit, bisa menjadi media tumbuh micro algae. 

Laporan Wartawan Tribunpekanbaru.com, Ilham Yafiz

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Polisi di Polda Riau memaksimalkan pengumpulan fakta dugaan penggelapan panen sawit masyarakat Rokan Hilir (Rohil).

Proses penyelidikan kasus dugaan penipuan dan penggelapan hasil panen sawit warga Rohil masih terus dilakukan penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum (DitresKrimum) Polda Riau.

Penyidik masih melalukan pemeriksaan saksi-saksi dalam perkara tersebut, termasuk dari saksi pelapor.

Baca: Ingin Ciptakan Pemilu Damai, Tokoh Masyarakat Pekanbaru Gelar Silaturahmi di Rumbai

Baca: Smartphone Baru LG V40 ThinQ dengan 5 Kamera akan Meluncur 3 Oktober Mendatang

"Masih ada 4 orang saksi yang kita periksa dalam kasus ini. Saksinya dari pihak pelapor," ungkap Direktur Reserse Kriminal Umum (Direskrimum) Polda Riau, Hadi Poerwanto kepada Tribun, Minggu (16/9/2018).

Dari hasil pemeriksaan saksi pihak pelapor penyidik masih melakukan penggalian informasi, termasuk detail kejadian dugaan penggelapan hasil panen tersebut.

"Rata-rata saksi tidak tahu. Nanti akan kita panggil kembali untuk hari Senin depan," sambung Hadi.

Sejauh ini, penyidik masih belum berani menetapkan tersangka dalam kasus tersebut. Menurut Hadi harus mencari fakta terlebih dahulu baru dapat ditetapkan.

Penyidik lanjut Hadi masih memaksimalkan pengumpulan fakta dan informasi atas laporan tersebut. Penetapan tersangka dalam perkara ini pun masih bekum dapat dilakukan.

Baca: Komisi III Segera Panggil BUMD Soal Rencana Penambahan Modal

Baca: PTPN 5 Gelar Kejuaraan Tenis Lapangan Kelompok Umur 10-18 Tahun

"Untuk penetapan tersangka masih belum dilakukan, namun harus mencari fakta terlebih dahulu," lanjutnya.

Sebelumnya, kasus ini sempat dihentikan penyidikannya atau SP3 oleh penyidik Polda Riau. Dalam Laporan Polisi No STPL/520/X/2016/RIAU/SPKT Tanggal 10 Oktober 2016. Kasus ini telah berjalan sejak 2009 hingga 2018.

Perkara ini juga mengambil perhatian masyarakat. Puluhan masyarakat dan Mahasiswa Perjuangan Rakyat Riau (MPRR) belum lama ini mendesak Kapolda Riau untuk mengusut tuntas kasus ini. (*)

Penulis: Ilham Yafiz
Editor: Nolpitos Hendri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help