7 FAKTA BARU 55 Siswa SMP di Pekanbaru Sayat Tangan, Kepala Sekolah Ungkap Alasan Siswa

7 FAKTA BARU 55 Siswa SMP di Pekanbaru Sayat Tangan,  Kepala Sekolah Ungkap Alasan Siswa

7 FAKTA BARU 55 Siswa SMP di Pekanbaru Sayat Tangan, Kepala Sekolah Ungkap Alasan Siswa
Youtube
Ilustrasi siswa SMP sayat tangan usai konsumsi minuman berenergi 

Jamal menegaskan, razia kantin sekolah tersebut untuk memastikan apakah di kantin sekolah masih menjual minuman berenergi yang diduga mengandung zat Benzodiazepin.

"Berdasarkan hasil koordinasi kami dengan BNNK, siswa SMP yang menyayat tangannya sendiri itu karena kecanduan salah satu minuman yang disinyalir mengandung zat Benzodiazepin. Zat ini biasanya digunakan di dunia medis untuk pasien yang cemas dan tertekan dan itupun hanya digunakan dalam pengobatan jangka pendek," ujarnya.

5. Razia di Sekolah Minimal 2 Kali Sebulan 

Selain meminta sekolah agar segera melakukan sweping ke kantin sekolah, Dinas Pendidikan Pekanbaru juga meminta kepada pihak sekolah untuk rutin melakukan razia kepada siswanya.

"Saya razia rutin siswa harus dilakukan, minimal dua kali dalam sebulan. Kalau biasanya yang dirazia itu rambut panjang, dan kuku panjang, sekarang ditambah lagi, sekolah kami minta untuk mengecek seluruh tangan siswa, apakah ada bekas sayatan atau tidak, kalau ada, segera laporkan ke kami untuk ditindaklanjuti," Kepala Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru, Abdul Jamal.

6. Kadisdik Akui Sudah Tahu Sebulan Lalu

Kepala Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru, Abdul Jamal mengaku sudah lama mengetahui aksi sayat tangan yang dilakukan oleh puluhan siswa SMP di Pekanbaru.

Jamal mengungkapkan, aksi sayat tangan ini pertama kali terungkap sebulan yang lalu.

Saat itu pihak sekolah menggelar razia rutin setelah apel upacara bendera.

Awalnya razia tersebut hanya ditujukan untuk siswa yang berambut panjang dan kuku panjang saja.

Namun saat pihak sekolah memeriksa satu per satu siswa, menemukan ada yang janggal di lengan siswanya.

"Sebenarnya itu kejadiannya sudah lama, sekitar sebulan yang lalu. Cuma tidak kita ekpose karena ini kan menyangkut aib sekolah," kata Kepala Dinas Pendidikan, Abdul Jamal, Selasa (2/10/2018).

7. Dari 55 Siswa 54 Diantaranya Perempuan

Ternyata 55 siswa SMP yang sayat tangan setelah meminum minuman berenergi berjenis kelamin perempuan, hanya satu laki-laki.

Sebuah fakta mengejutkan diungkapkan Kepala SMPN 18 Pekanbaru, Lily Deswita kepada Tribunpekanbaru.com, Senin (1/10/2018), saat mengkonfirmasi temuan 56 siswa SMP di Pekanbaru sayat tangan.

"Semuanya perempuan, cuma ada satu laki-laki. Guru mendapati bagian tangan anak-anak itu ada bergaris-garis," kata Lily.

Kepada guru, mereka mengaku hanya hanya ikut challenge (tantangan, Red).

"Tapi memang anak-anak bilang cuma mau ikut challenge saja. Mau coba sakit apa nggak, ternyata mereka ngakunya sakit," ungkap Lily.(*)

Editor: Afrizal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help