Tembilahan

2 Petani di Inhil Tertangkap Tangan Usai Membakar Lahan di Kelurahan Sungai Salak

Dua orang petani berinisial NN (30) dan UM (50) tertangkap tangan oleh patroli Polsek Tempuling usai membakar lahan di parit 2 Jalan Bandara

2 Petani di Inhil Tertangkap Tangan Usai Membakar Lahan di Kelurahan Sungai Salak
tribunpekanbaru.com/TMuhammadFadhli
Kapolres Inhil AKBP Christian Rony Putra, S.IK, MH saat memimpin press release tindak pidana Karhutla yang menghadirkan dua pelaku di Mapolres Inhil, Rabu (3/10/2018). 

Laporan Wartawan Tribuntembilahan.com : T. Muhammad Fadhli.

TRIBUNTEMBILAHAN.COM, TEMBILAHAN –  2 Petani di Inhil Tertangkap Tangan Usai Membakar Lahan di Kelurahan Sungai Salak

Dua orang petani berinisial NN (30) dan UM (50) tertangkap tangan oleh patroli Polsek Tempuling usai membakar lahan di parit 2 Jalan Bandara, Kelurahan Sungai Salak, Kecamatan Tempuling, Kabupaten Inhil, Senin (1/10/2018).

Polisi menangkap mereka di parit 2 Jalan Bandara kurang lebih 500 meter dari badan jalan besar.

“Personil Polsek Tempuling melihat adanya asap hitam mengepul di udara. Melihat asap tersebut personil langsung mendatangi lokasi asal asap tersebut,” imbuh Kapolres Inhil saat press release yang menghadirkan 2 orang pelaku tindak pidana pengelolaan lingkungan hidup Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Mapolres Inhil, Rabu (3/10/2018) sekitar pukul 09.30 WIB.

Baca: Seorang Anggota TRC BPBD Inhil Menjadi Korban Karhutla Di Kecamatan Kempas.

Setibanya di lokasi tersebut, lebih lanjut Kapolres menjelaskan, personil Polsek Tempuling mendapati lahan yang sudah terbakar serta ditemukan kedua pelaku sedang berdiri di dekat lokasi lahan yang terbakar dengan jarak lebih kurang 3 meter.

“NN yang ditanya personil mengakui telah membakar lahan bersama UM. Keduanya pun disuruh untuk memadamkan api yang masih menyala di lahan tersebut,” ucap Kapolres.

Namun karena api semakin membesar dan semakin banyak lahan yang terbakar, personil meminta bantuan petugas piket lainnya untuk membantu memadamkan api yang masih menyala di lahan tersebut.

“Setelah bantuan dari petugas piket datang ke lokasi, kedua pelaku langsung dibawa ke Polsek Tempuling untuk diamankan,” ucap Kapolres.

Baca: Polisi Masih Selidiki Temuan Mayat di Ruko Jalan Teuku Umar, di TKP Minim Petunjuk

Menurut Kapolres Inhil, motif keduanya membakar lahan adalah bertujuan untuk membuka lahan dengan cara mudah (Instan) dengan membakar lahan.

“Setelah dilakukan pemeriksaan dan alat bukti cukup, sesuai pasal kita tingkatkan proses penyidikannya. Keduanya dikenakan pasal 108 Undang – undang nomor 32 tahun 2009 dengan pidana penjara paling lambat 3 tahun dan paling lama 10 tahun, serta denda paling sedikit Rp. 3 milyar dan paling banyak Rp.10 milyar,” tutur Kapolres.(*)

Penulis: T. Muhammad Fadhli
Editor: CandraDani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved