Rokan Hulu

VIDEO: Korupsi Anggaran Tagihan PJU, Mantan Kadishub Rohul dan Bendahara Resmi Ditahan‎

perkara dugaan tindak pidana korupsi di Dishub Rohul merupakan penanganan perkara dilakukan Unit Tipikor Sa‎tuan Reskrim Polres Rohul dengan

Laporan Wartawan Tribunrohul.com, Donny Kusuma Putra

TRIBUNROHUL.COM, PASIRPANGARAIAN- Dari Konfrensi Pers ‎‎yang diselenggarakan oleh Polres Rokan Hulu (Rohul), Mantan Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Rohul, Roy Roberto, dan Bendaharanya Oktavia Yuliwanti (42 tahun) Resmi jadi tahanan Polres Rohul sejak Kamis (4/10/2018) hingga 20 hari ke depan.

Dimana, Roy dan Oktavia resmi ditetapkan tersangka beberapa waktu lalu karena terjerat dugaan korupsi anggaran tagihan Penerangan Jalan Umum (PJU) di Dishub Rohul tahun anggaran 2017.

Kapolres Rohul AKBP M. Hasyim Risahondua SIK, M.Si, melalui Wakil Kepala Polres Rohul Kompol Willy Kartamanah AKS, SIK,‎ menjelaskan, pada perkara ini Kepolisian mengindikasi ada kerugian negara sekitar Rp 693 juta, dari Rp 1,4 miliar anggaran PJU yang seharusnya dibayarkan ke PT. Perusahaan Listrik Negara atau PLN.

Baca: VIDEO: CPNS 2018 - Pemkab Rokan Hulu Tersedia 278 Formasi

‎Dirinya mengatakan, perkara dugaan tindak pidana korupsi di Dishub Rohul merupakan penanganan perkara dilakukan Unit Tipikor Sa‎tuan Reskrim Polres Rohul dengan pihak terkait.

Lebih lanjut dijelaskanya, dari hasil penyelidikan dan pemeriksaan 15 saksi, serta gelar perkara dilakukan, Roy dan Oktavia resmi ditetapkan sebagai tersangka dan dititipkan di Lapas Kelas II B Pasirpangaraian.‎ Namun demikian, tidak menutup kemungkinan akan ada transaksi lainnya.

Baca: Benteng Tujuh Lapis di Rokan Hulu akan Revitalisasi, BPCB Sumbar Lakukan Studi Kelayakan

‎"Barang bukti ada 15 jenis. Semuanya dalam bentuk dokumen dan surat," papar Kompol Willy, didampingi Kasat Reskrim Polres Rohul AKP Harry Avianto SH, SIK, dan Paur Humas Ipda Nanang Pujiono, Jumat (5/10/2018).

Saat ditanya dipakai untuk apa anggaran Rp 693 juta tersebut, Kompol Willy mengakui perkara tagihan anggaran tagihan PJU di Dishub Rohul ini masih didalami Penyidik Unit Tipikor Satuan Reskrim Polres Rohul.

Kompol Willy menambahkan, PPTK Anggaran PJU di Dishub Rohul juga sudah diperiksa oleh Penyidik. Terkait adanya dugaan pemalsuan tanda tangan PPTK juga masih dalam proses, dan perlu dibawa ke Laboratorium Forensik untuk diuji.

"Kita uji, apakah memang‎ ini memang terindikasi pemalsuan tanda tangan PPTK , atau memang benar, jadi supaya jelas. Itu masih dalam proses," terangnya.

Baca: VIDEO: Warga Keturunan India Diadili Lantaran Garap Hutan TNTN di Pelalawan Riau

Ditanya soal peran tersangka Roy dan Oktavia, Kompol Willy menambahkan dilihat dari struktur jabatan terkait pimpinan dan bawahan yang diduga turut membantu, sehingga terjadi tindak pidana atau penyalahgunaan wewenang.

Diakuinya, untuk 15 saksi ini tidak hanya internal, tapi ada juga saksi ahli yang pihaknya mintai keterangan untuk menentukan bahwa perkara ini atau masalah ini ‎memang sudah layak dan cukup untuk pihaknya tingkatkan, serta ada 3 saksi dari luar internal yang telah dimintai keterangannya.

‎"Tersangka Roy dan Oktavia terancam dijerat Pasal 2 Undang-Undang RI Nomor 20 tahun 2001, Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, dengan ancaman hukuman penjara maksimal 20 tahun," pungkasnya.

Penulis: Donny Kusuma Putra
Editor: David Tobing
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help