Eksklusif

Kasus HIV AIDS di Riau Didominasi LGBT. 64 Orang Usia Milenial. Simak Videonya

Kasus HIV AIDS di Riau Didominasi LGBT. 64 Orang Usia Milenial. Ini terungkap dari data Dinas Kesehatan Provinsi Riau periode Januari-September 2018

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Penderita HIV dan AIDS di Riau dari kalangan anak muda atau generasi milenial cukup tinggi, didominasi kaum Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender (LGBT).

Seperti terungkap dari data dari Dinas Kesehatan Provinsi Riau, pada periode Januari-September 2018 jumlah kasus atau orang yang terinfeksi Human Immunodeficiency Virus (HIV) dan Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS) mencapai 393 orang.

Melampaui jumlah penderita HIV/AIDS pada tahun 2017 lalu, yakni sebanyak 280 kasus.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau Mimi Yuliani Nazir melalui Kabid Pencegahan Pengendalian Penyakit (P2P) Muhammad Ridwan, menjelaskan, faktor risiko penyebaran kasus HIV dan AIDS tahun ini didominasi oleh kaum heteroseksual atau Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender (LGBT), yakni 124 kasus.

Ironisnya, kalangan milenial yang terdeteksi mengidap HIV/AIDS juga didominasi LGBT.

"Tren untuk LGBT naik terus. LGBT yang terbanyak pada LSL atau lelaki suka lelaki," ujar Ridwan kepada Tribunpekanbaru.com, Kamis (4/10/2018).

Baca: FOTO: Mahasiswa Riau Aksi Damai Rolak Perilaku LGBT

Baca: Viral di Medsos, Alat Facial Bisa Tularkan Virus HIV, Benarkah? Simak Dulu Penjelasan Ahli

Baca: Jamaah dan Netizen Penasaran, Siapakah Sosok yang Selalu Mendampingi Ustaz Abdul Somad Ini?

Penyakit HIV/AIDS mendapat perhatian khusus Dinas Kesehatan Provinsi Riau, mengingat jumlah penderita termasuk tinggi.

Pada tahun lalu (2017), Riau masuk dalam daftar 12 besar jumlah penderita HIV/AIDS secara nasional.

HIV atau Human Immunodeficiency adalah virus yang menyerang sel darah putih di dalam tubuh yang mengakibatkan turunnya kekebalan tubuh manusia.

Orang yang dalam darahnya terdapat virus HIV dapat tampak sehat dan belum membutuhkan pengobatan.

Namun orang tersebut dapat menularkan virusnya kepada orang lain.

Sedangkan AIDS atau Acquired Immune Deficiency Syndrome adalah sekumpulan gejala penyakit yang timbul karena turunnya kekebalan tubuh. AIDS disebabkan oleh infeksi HIV.

Akibat menurunnya kekebalan tubuh pada seseorang maka orang tersebut sangat mudah terkena penyakit seperti TBC, kandidiasis (infeksi jamur), berbagai radang pada kulit, paru, saluran pencernaan, otak dan kanker.

Merujuk pada data Dinas Kesehatan (Diskes) Riau, anak muda dari generasi milenial yang terinfeksi virus mematikan mencapai 64 orang, dalam rentang usia 15-24 tahun.

Ridwan meyakini angka sebenarnya lebih besar.

Pasalnya, berdasarkan analisa Diskes dan Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Provinsi Riau, masih banyak kalangan muda terjangkit HIV/AIDS melalui aktifitas LGBT namun belum terdeteksi.

"Penularan HIV dan AIDS biasanya karena hubungan seksual. Di samping itu masih ada pemakaian jarum suntik secara berrmai-ramai saat menggunakan narkoba, meski sudah jauh turun," jelas Ridwan.

Meningkatnya temuan generasi milenial terinfeksi HIV/AIDS wajib diwaspadai, meski secara umum penderita terbanyak di kisaran usia 25-49 tahun.

Pasalnya, penderita penyakit ini kebanyakan berada dalam usia produktif.

Meningkatnya tren kasus penderita HIV dan AIDS dengan penyebaran melalui LGBT di Riau sudah terjadi sejak tiga tahun terakhir.

"Kegiatan kaum LGBT ini biasanya terselubung. Kami mengharapkan partisipasi masyarakat memberitahu (kegiatan LGBT) agar kita masuk untuk melakukan pencegahan," ujar Ridwan.

Saat ini sudah ada pendampingan dilakukan KPA untuk komunitas LGBT yang ada di Pekanbaru.

Di antaranya dengan memberikan edukasi dan menganjurkan pemakaian alat kontrasepsi menghindari penularan penyakit HIV/AIDS.

"Kalau sudah positif HIV harus digiatkan pendampingan agar jangan sampai meningkat menjadi AIDS," ujar Ridwan.

Ia juga mengimbau para penderita HIV/AIDS mengakses layanan kesehatan untuk pengobatan.

Apalagi pusat kesehatan masyarakat (Puskesmas) di Riau rata-rata sudah menyediakankan obat-obatan untuk pengidap HIV/AIDS.

Di antaranya Antiretroviral (ARV), yakni obat yang bertujuan untuk mengurangi daya serang dan daya risiko terhadap HIV dan AIDS. (TRIBUN PEKANBARU CETAK/uha/smg/iam/fer/dni)

Bagaimanakah upaya penanggulangan HIV AIDS di Riau? Baca selengkapnya di Harian Tribun Pekanbaru EDISI HARI INI.

Editor: harismanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved