Pelalawan

Terkait Box Culvert Jalan Ukui, Komisi III DPRD Pelalawan Ingatkan Perusahan Ini

Komisi III DPRD Pelalawan mengingatkan perusahaan jangan hanya memberikan angin segar terkait perbaikan Box Culvert di Jalan Ukui.

Terkait Box Culvert Jalan Ukui, Komisi III DPRD Pelalawan Ingatkan Perusahan Ini
Istimewa
Rapat Dengar Pendapat Komisi lll DPRD Pelalawan bersama PT SLS dan PHE Kampar bersama masyarakat Ukui membahas pembangunan box culvert di Jalan Ukui, Senin (8/10/2018). 

Laporan wartawan tribunpelalawan.com, Johannes Wowor Tanjung

TRIBUNPELALAWAN.COM, PANGKALAN KERINCI - Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pelalawan mengingatkan perusahaan jangan hanya memberikan angin segar terkait perbaikan Box Culvert di jalan Ukui Kecamatan Ukui yang sudah berbulan-bulan rusak.

Hal itu disampaikan anggota Komisi III DPRD Pelalawan saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama warga Ukui, Dinas Pekerjaan Umum dan Penatan Ruang (PUPR), serta dua perusahaan yakni PT Sari Lembah Subur (SLS) dan Pertamina Hulu Energi (PHE) Kampar.

"Perusahaan juga jangan hanya memberikan angin segar ke warga saja. Budget segitu mungkin berapalah bagi PT SLS, pakai berondolan juga bisa. PHE Kamar juga demikian," kata Sudirman Laham saat diberi kesempatan berbicara.

Baca: Rupiah Melemah Lagi ke Rp 15.232 per dollar AS. Diprediksi Terus Bergerak ke Rp 15.250 per dollar AS

Dikatakannya meski perusahaan sudah berkomitmen membantu pembangunan Box Culvert yang rusak itu, tapi tetap tak bisa dilaksanakan tahun ini. Dengan alasan budget akhir tahun tidak bisa lagi disalurkan ke pembangunan.

"Kalau tahun depan, okelah, tapi harus komitmenlah PT SLS dan PHE. Termasuk juga Dinas PUPR harus ikut menggesa," tandasnya.

Rapat yang dipimpin Ketua Komisi III Imustiar itu menindaklanjuti pertemuan bulan lalu mengenai Box Culvert yang merupakan jalan akses dilalui perusahaan dan masyarakat.

Berdasarkan perhitungan dari Dinas PUPR perencanaan box culvert telah disusun dengan panjang tujuh meter dan dimensi 2x2 meter. Dengan anggaran yang dibutuhkan sebesar Rp 359 juta hingga selesai.

"Kalau sharing budged, dinas PUPR tentu tidak bisa. Karena anggaran kita sangat minim. Kalau pendampingan teknis, kita siap," tandas Kabid Bina Marga Dinas PUPR, Djoko.

Baca: Smartphone Kamu Tanpa Fast Charging? Ini 4 Cara Supaya Isi Ulang Lebih Cepat

Humas PHE Kampar, Darwis menyatakan, pihaknya siap mendukung pembanguna box culvert pengganti yang saat ini telah rusak. Namun mengenai pembiayaan dari perusahaan, pihaknya akan berkoordinasi berdasarkan hasil rapat.

Halaman
12
Penulis: johanes
Editor: Ariestia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help